BBC, Cilegon – Dianggap telah menyalahgunakan perizinan usaha, puluhan usaha salon kecantikan di Kota Cilegon terkena razia yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Selasa, (13/11/2018).

Razia yang dilakukan bersama dengan pihak kepolisian dan pihak TNI Kota Cilegon tersebut berhasil mengamankan 8 orang perempuan yang tidak memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan menemui puluhan usaha salon kecantikan yang telah menyalahgunakan izin usaha.

“Hari ini kita menggelar kegiatan Razia penegakan Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang perizinan usaha. Telah ditemukan puluhan usaha kecantikan yang telah menyalahgunakan izin usaha dan mengamankan 8 orang perempuan tanpa identitas,”kata Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Perundang -Undangan Daerah (PPUD) di Sat Pol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi usai Razia tersebut, Selasa, (13/11/2018).

“Saat ini sudah kita lakukan pendatan kepada delapan orang perempuan itu dan telah memberikan sansi Administrasi kepada pemilik Salon kecantikan yang telah menyalahgunakan perizinan tersebut,”imbuhnya.

Adapun perizinan usaha yang disalahgunakan diantaranya adalah menyalahgunakan izin usaha yang seharusnya untuk Izin usaha salon kecantikan namun terdapat beberapa ruangan kamar-kamar seperti ruangan untuk tindakan asusila, dan tidak memiliki Izin Membuat Bangunan (IMB).

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, ternyata banyak ditemui telah menyalahgunakan izin usaha, yang seharusnya untuk usaha Salon kecantikan namun didalanya dijadikan tempat untuk Prostitusi,”terangnya.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat bersama-sama mengontrol setiap kegiatan yang ada dilingkunganya, apabila terdapat kegiatan yang mengarah kepada tindakan asusila maka dirinya meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas terkait dalam hal ini adalah pihak Kepolisian, Sat Pol PP dan TNI.

“Saya meminta kepada semua masyarakat Kota Cilegon agar segera melaporkan ke pihak Satlol PP atau pihak kepolisian apabila menemukan kegiatan masyarakat yang mengarah kepada tindakan yang negativ,”pungkasnya, (1-2).