BBC, Cilegon – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan melepas sebanyak 2.917 personel satuan Brigif Para Raider 17 Kostrad untuk latihan antar kecabangan Tahun Anggaran (TA) 2019 di Dermaga 4 Pelabuhan Merak-Banten.
Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan mengatakan, Latihan Antar Kecabangan Brigif Para Raider 17 Kostrad tersebut merupakan Latihan puncak kesenjataan yang telah dilakukan di masing-masing kesatuan yang telah dilakukan secara bertahap dan berlanjut.
“Dalam upacara kegiatan hari ini, saya melepas satuan Brigif Para Raider 17 Kostrad Tahun Anggaran 2019, dimana tahun ini saya melepas sebanyak 2.917 personel dari masing-masing kesatuan yang ada di seluruh Indoneia. Dari mulai latihan perorangan dasar, latihan perorangan lanjutan, dan latihan satuan sampai saatnya sekarang menginjak pada latihan puncak,” kata Pangkostrad usai memimpin upacara pemberangkatan latihan tersebut, di Dermaga 4 Pelabuhan Merak Banten, Minggu, (4/8/2019).
Pangkostrad menjelaskan bahwa tujuan latihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan teknik, taktik dalam manuver lapangan pada operasi serangan tingkat brigade yang diperkuat dengan unsur-unsur bantuan tempur dan bantuan administrasi serta operasi pertahanan dan serangan oleh satuan setingkat brigade.
“Latihan-latihan ini akan menujukkan kemampuan kerjasama dari satuan darat gabungan yang didukung oleh unsur bantuan maupun dari unsur administrasi. Jadi ini merupakan latihan puncak dari hasil kegiatan latihan satuan yang selama ini terpisah di masing-masing satuan. Dan saat ini kita pusatkan Latihanya di daerah Batu Jajar Sumatra Selatan,” jelasnya.
Pangkostrad menyampaikan, latihan tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 14 hari yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana efektifitas pembinaan latihan satuan yang sudah dilaksanakan.
“Kegiatan latihan ini untuk menghasilkan kesiapan operasional satuan dalam menghadapi kegiatan latihan pada lingkup yang lebih besar, maupun dalam menghadapi tugas operasi, baik operasi berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari satuan yang lebih besar,” terangnya.
Pangkostrad berharap kepada peserta latihan, baik pendukung maupun pelaku, agar dapat melaksanakan latihan ini dengan disiplin dan penuh kesungguhan. Karena dengan disiplin dan penuh kesungguhan, maka semua materi yang dilatihkan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan dan mencapai sasaran yang diinginkan.
“Semoga semua prajurit yang mengikuti latihan dapat melaksanaknya dengan disiplin dan penuh dengan kesungguhan, sehingga dengan begitu semua materi yang diberikan oleh para pelatih dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat mencapai sasaran yang diinginkan,” pungkasnya. (1-2).






























