BBC, Serang – Tingkat kunjungan wisatawan yang akan menginap di sejumlah Hotel di kawasan pantai Anyer dan Carita berkurang. Tidak sedikit para wisatawan kemudian memindahkan tanggal menginap.
“Ada yang pindah tanggal ada juga yang pindah bulan karena gempa Sabtu malam kemarin,” kata General Manager Hotel Marbella Anyer Ririt Wuriyanto melalui sambungan telpon, Minggu (4/8/2019). Menurutnya banyaknya pembatalan pengunjung ke Marbella dianggap wajar. Karena gempa kemarin malam cukup besar dan mengejutkan mereka.
“Karena kan akhir tahun lalu ada Tsunami, jadi mereka mungkin terkejut juga. Padahal wisata Anyer mulai menggeliat,” katanya.
Oleh karena itu, Ririt berharap pemerintah terus melakukan upaya advokasi dan menggelar kegiatan di sejumlah objek wisata Carita dan Anyer. Dengan begitu diharapkan mampu menginformasikan tentang wisata pantai pesisir Banten aman.
“Kami juga berharap media terus ikut menyuarakan Banten aman. Karena sejauh ini peran media sangat penting dalam menginformasikan kebaikan bagi publik,” terangnya.
Hal yang sama disampaikan Executive Assistant Manager Aston Hotel Anyer, Adhi Supriadi. Menurut Adi sebagian calon penginap sudah reservasi sejak lama, tapi karena ada gempa, mereka minta jadwal ulang.
“Ada sih dampaknya pasti, meskipun tidak signifkan karena ada calon pengunjung yang memindahkan kunjungannya untuk dua minggu kedepan sampai ada yang bulan depan,” terang Adi.
Meski begitu, Adi melanjutkan berdasarkan reservasi sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan sudah lebih baik. Karena paska idul Fitri sudah ada peningkatan kunjungan mencapai 90-100 persen.
“Alhamdulillah pa sejak Tsunami kemarin, terutama setelah Idul Fitri tingkat kunjungan sudah lebih baik. Karena di setiap weekend itu pengunjung sudah 90 persen menginap di Aston,” ujar Adi. (1-1)































