Anggota DPRD Kota Serang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Taktakan menggelar rapat koordinasi dengan pihak Kecamatan Taktakan untuk membahas persoalan pendidikan seperti penerimaan siswa baru di aula Kecamatan, Sabtu (24/5/2025). Hadir dalam kesempatan itu Camat Taktakan, unsur Muspika, para Lurah se Kecamatan Taktakan hingga para kepala Sekolah SD, SMP Dan SMK se Kecamatan Takatakan.
Anggota DPRD Kota Serang dari Komisi I Edi Santoso menyampaikan sekolah-sekolah di kecamatan seharusnya lebih mengutamakan warganya saat penerimaan peserta didik baru.
”Jangan sampai sekolah di wilayah tertentu justru diisi oleh siswa dari luar kecamatan. Sementara warga asli kesulitan untuk masuk,” ujarnya disela kegiatan rakor.
Bahkan Edi menegaskan penerimaan siswa baru jangan dimanfaatkan untuk siswa titipan. Baik titipan dari orang dalam, Ormas atau adanya tekanan dari tokoh tertentu.
”Seperti sistem zonasi atau jalur masuk harus adil dan tidak dimonopoli oleh pihak pihak tertentu,” tegasnya.
Oleh karena itu Edi Santoso memandang perlu ada keterbukaan antara pihak sekolah, pemerintah dan masyarakat untuk menyusun kebutuhan bersama.
”Maka dari itu saya berharap semua pihak ikut bergotong-royong membangun pendidikan yang lebih baik,” terang Edi
Sendada dengan itu anggota komisi III lainnya Juhri menambahkan untuk penerimaan siswa baru terdapat empat jalur penerimaan. Pertama adalah soal domisili, kemudian kedua jalur afirmasi dan ketiga jalur prestasi serta yang keempat jalur mutasi.
”Bahwa dari empat penerimaan ini ada persentase nya domisili 40 persen dari afirmasi 20 persen terus prestasi 25 persen dan sisanya mutasi,” tandas Juhri.
Di tempat yang sama Camat Taktakan, M Rahmat mengatakan pihaknya menyadari masih ada beberapa masalah di lapangan terkait persoalan pendidikan di Kecamatan Taktakan seperti anak-anak yang terlibat dalam kegiatan yang menyimpang atau tawuran.
”Oleh karena itu, mari kita bersama-sama, termasuk tokoh masyarakat, Lurah, dan pihak kepolisian, membangun sistem pembinaan yang lebih baik untuk para pelajar kita,” katanya.
Rahmat mengakui Kecamatan Taktakan telah berkoordinasi dengan para pengusaha dan tokoh masyarakat untuk mendukung budaya pendidikan yang positif.
”Penting untuk menanamkan semangat gotong royong agar tidak ada anak-anak yang sampai meninggalkan sekolah atau menjadi korban masalah sosial,” tegas Rahmat.
“Mari kita terus bekerja sama agar kecamatan kita menjadi wilayah yang aman, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya. (Adv).




































