BBC, Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan sebanyak 2.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Jaminan Sosial Rakyat bersatu (Jamsosratu) bisa lulus sebagai penerima manfaat program pada 2021 mendatang.
Meski begitu, ribuan warga tersebut tidak dilepas begitu saja. Pemprov Banten dibawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy tetap akan memberikan bantuan lanjutan berupa program Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, ribuan masyarakat bisa lulus dari kemiskinan tak lepas dari program Jamsosratu yang digulirkan Pemprov Banten sejak 2013.
“Dan tahun 2021 kami menargetkan ada penerima Jamsosratu yang graduasi, kita luluskan dari program penanggulangan kemiskinan, ini berkas hasil dari program Jamsosratu selama ini,” kata Andika, seusai menghadiri penyaluran Jamsosratu secara simbolis di Kantor BRI Cabang Serang, Jl. Pangeran Diponegoro Kota Serang, Senin (14/12/2020).
Andika mengatakan, selain upaya keberlanjutan penanggulangan kemiskinan, program usaha ekonomi produktif tersebut juga sebagai salah satu sumbangsih Pemprov Banten dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.
“Di mana masyarakat kurang mampu yang sudah tergraduasi dari program penanggulangan kemiskinan, kembali kita beri bantuan usaha ekonomi agar bisa berperan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banten Nurhana mengatakan, bantuan sosial berupa fasilitasi usaha ekonomi produktif tersebut akan disalurkan kepada 2.500 ‘lulusan’ Jamsosratu yang tersebar di kabupaten kota se-Provinsi Banten.
“Berdasarkan assessment, pendampingan, itu banyak keluarga binaan yang sudah meningkat secara ekonomi. Jadi nanti tahun 2021, 2.500 KPM tadi akan graduasi. Kami harapkan bisa mandiri, karena ada bantuan modal,” ujarnya, didampingi Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma Sumapradja.
Dia menjelaskan, bantuan sosial tersebut bukan berbentuk uang tunai, melainkan berupa barang yang bisa dimanfaatkan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk berwirausaha.
“Jadi nanti dikasih bantuan modal berupa barang, tidak berupa uang. Kemudian barang itu bisa mereka putar melalui proses bisnis. Diberikan trigger berupa bantuan barang yang bisa digunakan untuk proses bisnis mereka baik itu warungan, bakulan, atau apapun sesuai hasil identifikasi dari pendamping,” ujarnya.
Pelaksana tugas Sekretaris Dinsos Banten, Budi Darma Sumapraja mengakui ribuan PKH yang dinyatakan lulus akan mendapatkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif. Paling tidak ada sebanyak 2500 penerima manfaat yang tersebar di 8 kab/ kota.
“Untuk Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang dan Tangerang masing-masing Rp.325 penerima. Sedangkan untuk Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Tangsel sebanyak 300 penerima,” katanya.
Program ini juga digagas oleh Pemprov Banten untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.
“Kami berharap nantinya ini dikawal oleh dinas lain di Banten sesuai dengan usaha yang digeluti oleh penerima manfaat. Sehingga usaha mereka dapat berkembang lebih baik lagi,” tegas Budi.
Diketahui, Pemprov Banten mengalokasikan bansos Jamsosratu sebesar Rp 6,875 miliar untuk 5.500 KPM di Kota Serang. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui perbankan bekerja sama dengan Bank BRI dan setiap KPM mendapatkan uang Rp 1,250 juta.





































