BBC, Cilegon – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, menyiapkan 16 titik Posko pelayanan di Banten. Beberapa diantaranya yakni, Posko gabungan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Posko pelayanan Terminal yang tersebar di 4 (empat) Terminal yaitu Terminal Terpadu Merak, Terminal Pakupatan Serang, Terminal Lebak , dan Terminal Labuan.
Sementara untuk posko yang lainnya yakni, tersebar di wilayah BPTD Banten yang terdiri dari Posko Exit Tol Merak, Posko Gerem, Posko Ciwandan, Posko Mercusuar Anyer, Posko Simpang Teneng, Posko Simpang Mengger, Posko Rest Area di Cikande, Munic dan Ex. Hotel Mangku Putera Merak, serta terdapat 2 (dua) Posko Bantuan di Rest Area Km 43 dan Km 68 Tol Tangerang Merak.
Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro mengatakan, tujuan disiapkannya 16 Posko tersebut yakni untuk memberikan pelayanan terhadap pelaku perjalanan yang akan menikmati libu Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Seperti melakukan penjagaan, pencatatan armada hingga pengaturan lalu lintas.
“Tugas dari posko-posko tersebut adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, pencatatan Armada di Terminal serta melakukan penjagaan dan pengaturan arus lalu lintas dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” ucap Handjar, Sabut (24/12/2022).
Handjar menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BPTD pada saat libur panjang. Seperti libur Idul Adha, Idul Fitri dan libur Nataru.
“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan saat libur panjang seperti angkutan lebaran, natal dan tahun baru seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaannya kami tidak lepas dari koordinasi dan peran semua stakeholder seperti Kepolisian, Dinas perhubungan, BPBD, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Astra Infra Tol Road dan PT ASDP serta lainnya,” ungkapnya.
“Kami juga sudah menyiapkan armada kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak sebanyak 65 unit dan 748 bus AKAP serta 40 bus AKDP yang beroperasi di Terminal Tipe A di Provinsi Banten. Setiap harinya kami akan melaporkan perkembangan lapangan kepada Bapak Menteri Perhubungan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting,” sambungnya.
Handjar menambahkan, tren perjalanan Nataru tahun ini mengalami kenaikan hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi lantaran tahun ini tidak ada pembatasan perjalanan orang.
“Perbandingan tren perjalanan antara Nataru tahun ini dengan tahun lalu, kemungkinan jumlah perjalanan yang akan menyeberang akan naik 2 kali lipat dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan tahun lalu sedang terjadi pandemi Covid 19 sehingga perjalanan dibatasi, sementara tahun ini tidak ada pembatasan perjalanan terkait pandemi Covid. Hanya pembatasan operasional angkutan barang saja sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama Dirjen Darat, Korlantas dan Dirjen Bina Marga,” tutupnya. (1-2).
































