BBC, Serang – Tim BMKG Pusat yang dipimpin Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi Suko Prayitno Adi menyambangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Banten, Selasa 11/5/2021. Rombongan BMKG pusat diterima langsung Kepala BPBD Banten, Nana Suryana didampingi Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Banten, Juhriadi.

Kedatangan tim BMKG untuk menyerahkan perangkat sirine deteksi Tsunami kepada BPBD dan sekaligus monitoring alat Early Warning System yang terpasang di Pasauran Kabupaten Serang.

“Kami menyambut baik atas kedatangan rombongan BMKG pusat ke Banten. Ini merupakan bentuk sinergi antar lembaga pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mengantisipasi kebencanaan,” jelas Nana.

Bahkan, Nana mengaku kedatangan rombongan BMKG pusat ke Banten dengan membantu perangkat sirine deteksi gempa dan tsunami sangat membantu pemerintah daerah.
“Ada tiga EWS yang terpasang di Banten. Satu ada di Pasauran Kabupaten Serang, dua terpasang masing-masing di Carita dan Panimbang Pandeglang. Dengan penambahan perangkat sirine ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi bencana di Banten,” jelas Nana.

Sementara itu Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi Suko Prayitno Adi menekankan agar penerapan mitigasi bencana dapat dilakukan sesuai Standar Prosedur yang ada. Ini penting agar tidak terjadi dampak lebih besar akibat kesalahan prosedur tersebut.
“Kedepan BMKG terus melakukan penambahan moda deseminasi di sepanjang pesisir pantai selatan Banten. Diharapkan sinergitas yang sudah baik dengan Pemda ini terus tetap dijaga dengan baik,” harap Adi.

Kepala Geofisika Tangerang Suwardi menambahkan pihaknya juga berencana mengganti alat deteksi gempa dan tsunami yang sudah terpasang akan diganti dengan yang terbaru. Ini dilakukan untuk meningkatkan informasi kegempaan dan tsunami di Banten.
“Kelebihan dari peralatan yang terbaru tersebut dapat bekerja real-time. Ini produk BMKG dan fungsinya mempercepat pengambilan keputusan Pemda apabila terjadi gempa,” tambah Wardi.

Baca juga :  Hadir di Banten Book Fair 2023, DPK Banten Suguhkan Masyarakat Bentuk Visual Sejarah Tanah Jawara