BBC, Pandeglang : Kepala Subbidang Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, pada Kementerian hukum dan ham atau Kemenkumham Banten, Hannibal memonitoring pelaksanaan skrining TB dan pemeriksaan mobile rontgen bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Pandeglang, Kamis (17/2/2022).
Menurutnya, dua kegiatan itu perlu dilakukan agar warga binaan pemasyarakatan atau WBP yang ada di dalam Lapas maupun Rutan di Banten, tetap dalam keadaan sehat dan baik.
“Peningkatan pelayanan kesehatan adalah satu hal penting yang harus dilaksanakan secara maksimal di lapas dan rutan, karena tingkat kerentanan sangat tinggi,” ucap Hannibal di sela-sela kegiatan monitoring, Kamis (16/2/2022).
Meski begitu, Hannibal menyampaikan, ada beberapa kriteria WBP yang bisa dilakukan skrining TB dan pemeriksaan mobile rontgen. Diantaranya yakni, suspect Tuberculosis (TB) yang pada pemeriksaan dahak negatif, klinis yang mencurigakan, berat badan yang menurun lebih dari lima kg, dan rontgen ulang bagi WBP yang sedang terapi penyembuhan TB.
“Skrining TB dan rontgen dapat mempermudah identifikasi gejala-gejala awal penyakit TB pada WBP di Rutan Pandeglang. Seiring kita waspada akan covid-19, kita juga harus waspada dengan penyakit menular lainnya. Jangan terlena dengan covid-19 sehingga mengabaikan penyakit-penyakit yang lain,” ujar Hannibal.
Hannibal mengungkapkan, di Lapas Kelas IIB Pandeglang inj sebanyak 228 WBP telah dilakukan skrining TB dan pemeriksaan mobile rontgen. Meski begitu, tidak ditemukan adanya WBP yang positif terkena TB.
“Melakukan rontgen dengan menggunakan metode Chest X-Ray dan rencananya kegiatan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 17 – 18 Februari 2022,” ungkap Hannibal.
Hanibal menerangkan, kegiatan tersebut sebagai upaya meng eleminasi penyakit TB di dalam Lapas maupun rutan yang ada di Banten.
“Kegiatan skrining TB dan X-ray Thorax ini merupakan upaya mengeliminasi penyakit TB pada WBP yang ada di Lapas dan Rutan di wilayah Banten khususnya dan masyarakat Banten pada umumnya,” ujar Hannibal.
Hannibal berharap, apabila dalam kegiatan itu ditemukan adanya WBP yang positif terkena TB maka dapat segera dilakukan upaya penanganan medis dan pencegahan di dalam Lapas maupun di dalam Rutan yang ada di Banten.
“Dengan kegiatan ini diharapkan ada temua kasus yang bisa segera ditangani dan diobati, sehingga tahun 2022 ini Banten bebas dari penyakit TBC,” pungkasnya. (1-2)








