BBC, Serang – Ibukota provinsi Banten yakni Kota Serang memiliki sedikitnya delapan potensi bencana. Salah satunya yakni potensi tsunami di daerah pesisir Kecamatan Kasemen.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Serang terdapat delapan potensi bencana, salah satunya banjir yang diakibatkan gempa bumi dan tsunami.

“Sehingga perlu adanya pelatihan dan simulasi kebencanaan untuk mempersiapkan ketanggapdaruratan bencana, baik relawan dan masyarakat, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota Serang,” ucap Diat, Selasa 15/2/2022.

“Bencana) itu ada di Kota Serang potensinya, berdasarkan data IRBI. Maka kami melakukan pelatihan dan simulasi, agar para relawan dan TRC siap siaga apabila terjadi hal-hal tersebut,” imbuhnya.

Diat menjelaskan, potensi gempa bisa terjadi mencapai kekuatan lima Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) atau kekuatan gempa bumi. Sementara ketinggian tsunami bisa mencapai tiga meter, dan hal itu tentu dapat menimbulkan kebencanaan yang dimana masyarakat harus tetap waspada.

“Memang seperti itu Kota Serang. Jadi tidak seperti halnya Kabupaten Pandeglang dan daerah Banten Selatan. Kalau Kota Serang tidak terlalu tinggi,” terangnya.

Potensi tsunami, kata dia, terjadi di wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Kasemen.
Karena berada dekat dengan daerah pantai, sehingga simulasi dilakukan di wilayah Karangantu.

“Jadi dari delapan potensi kebencanaan di Kota Serang, salah satunya ada tsunami, dan di daerah pesisir Kecamatan Kasemen,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi potensi bencana tsunami tersebut, Diat menyebut pihaknya memasang papan informasi hingga lokasi evakuasi bencana.
“Ada dua sektor yang disiapkan untuk jalur evakuasi ketika tsunami terjadi di pesisir lantai Kasemen. Keduanya yakni sektor A dan B,” tegas Diat.

Baca juga :  Bupati Serang Beri Penghargaan Puluhan Wajib Pajak

“Untuk sektor A itu meliputi tiga titik seperti di Terminal Lama Banten, Rusunawa Margaluyu dan SDN Kasunyatan. Sedangkan untuk sektor B terdapat dua titik yakni Puskesmas Sawah Luhur dan di Madrasah Al Kahiriyah Badamussalam,” pungkas Diat. ( ADVETORIAL )