BBC, Cilegon – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon intens melakukan pemantauan harga bahan pokok jelang Hari Raya Idul Adha.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Andriyanti, menyampaikan secara umum harga kebutuhan pokok di pasar sudah menunjukkan stabilitas jika dibandingkan bulan sebelumnya.
“Hasil pantauan kami di lapangan, setelah berdialog dengan para pedagang, harga-harga sudah mulai stabil. Misalnya, harga bawang putih bonggol yang bulan lalu sempat tembus Rp50.000, kini turun menjadi Rp40.000. Cabai rawit yang sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram, sekarang sudah normal di kisaran Rp30.000–Rp35.000,” ujar Andriyanti.
Adapun untuk harga daging dan ayam, Andriyanti menyebut tidak ada lonjakan signifikan. “Menjelang Idul Adha, harga daging dan ayam stabil. Daging di kisaran Rp130.000 dan ayam sekitar Rp38.000 per kilogram,” ucapnya.
Namun, Disperindag mencatat adanya kenaikan harga minyak goreng yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Kami temukan minyak goreng yang seharusnya dijual Rp15.700, dijual oleh pedagang seharga Rp18.000. Setelah kami telusuri, pedagang mendapatkan dari distributor dengan harga di atas HET, yaitu Rp16.000. Ini sedang kami koordinasikan lebih lanjut, termasuk meminta kontak distributor untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Selain itu, harga kelapa juga tercatat mulai turun. “Kelapa yang sebelumnya sempat mencapai harga 25.000 per butir kini sudah turun menjadi Rp15.000. Santan per kilogram juga sudah di harga Rp18.000, meski masih di atas harga normal sebelum kenaikan,” lanjutnya.
Dalam upaya pengendalian harga, Disperindag berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan mencarikan alternatif distributor dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah Kota Cilegon juga memaksimalkan pemanfaatan aplikasi Sagon yang terintegrasi dengan Cilegon Juare guna menyajikan update harga harian secara transparan kepada masyarakat.
Andrianti, meminta kesadaran pedagang dan pembeli menjadi bagian penting selain dari tegasnya peraturan, agar tercipta sebuah pasar aman, nyaman bersih dan tertib.
Tidak hanya pasar, toko ritel seperti Alfamart dan Indomaret tidak luput dari pantauan. Bahkan Kadis Indag didampingi Bidang Perdagangan dan beberapa fungsional dibawahnya turut serta melakukan inspeksi mendadak. Tidak ditemukan produk yang expired, namun Andriyanti meminta pegawai toko menjaga kebersihan semua produknya termasuk menarik produk sebulan sebelum masa expired tiba. (Advetorial).
































