BBC, Serang – Masih kurangnya kesadaran masyarakat Kota Serang akan pentingnya kesehatan, berimbas terhadap hampir lebih dari separuh warga Kota Serang Belum terdaftar sebagai kepesertaan BPJS. Ketua BPJS Cabang Serang Sofyeni ketika ditemui usai penandatanganan kerjasma dengan pemerintah Kota Serang di Aula Puspemkot Kota Serang menjelaskan,
berdasarkan data yang ada di Kantor BPJS Cabang Serang, masyarakat Kota Serang yang sudah memiliki kartu BPJS Baru mencapai 49% atau 359 ribu penduduk, dari total 651 ribu penduduk Kota Serang.

“Supaya ketika sakit butuh pelayanan gak kebingungan, dan jangan sampai sadarnya ketika sudah terkena sakit baru sadar akan pentingnya BPJS. Sedangkan untuk memperoses kartu BPJS kan butuh waktu sampai 14 hari,” ujar Sofyeni

“Mereka sehat, mereka mampu tapi sebagian besar dari mereka belum sadar untuk membayar iuran BPJS. Uuntuk saat ini bagaimana caranya masyarakat sehat ini agar sadar dalam membayar iuran BPJS,” jelasnya.

Bagi masyarakat Kota Serang yang belum memiki kartu BPJS, kata Sofyeni diharapakan agar segera melakukan pendaftaran kepesertaab BPJS Cabang Serang dalam rangka persiapan untuk mempermudah masyarakat Kota Serang untuk membuat kartu BPJS
“Maka dsri itu kami akan melakukan kerjasma dengan pihak kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Serang,” katanya.

Untuk saat ini sebagai uji coba dalam mempermudah pendaftaran, Sofyeni menambahkan pihaknya telah menyediakan Drop Boks di masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten dan Kota Serang

“Drop Boks ini akan di dipergunakan sebagai penampung persyaratan pendaftaran masyarakat yang akan membuat kartu BPJS. Apabila persyaratan tersebut sudah dilengkapi, maka masyarakat yang akan melakukan pendaftaran itu akan diberikan informasi melalui SMS. Sedangka apabila sudah jadi kartu.l BPJS akan diantarkan langsung ke peserta BPJS yang sudah melengkapi persyaratanya, melalui Pihak ketiga seperti PT. POS dan PT JNE,” imbuhnya.

Baca juga :  Resmi Dibuka, Festival Pesisir Kota Serang Sepi Pengunjung

Sedangkan terkait dengan masih adanya masyarakat miskin yang belum memiliki kartu JKN KIS, Sofyeni mengatakan BPJS sudah berkordinasi dengan pihak pemkab dan pemkot.
“Tadi saya sempat ngobrol sebentar soal masyarakat miskin yang belum memiliki JKN KIS dengan pihak pemerintah bahwa pihak Kadinkes siap mengkordinir masyarakat miskin yang belum memiliki Jaminan Kesehatan Nasional dan kartu Indonesia Sehat (JKN KIS),” kata Sofyeni.

Karenanya pihaknya kepada pemerintah agar mau menjadi regulator atau sebagai pengerak agar perogram yang ada dapat berjalan dengan baik, dan juga kepada pihak Dinas Kesehatan supaya melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Rumah Sakit yang sudah dilakukan oleh askes. “Selain itu juga saya meminta kepada pihak Rumah Sakit agar mampu meningkatkan pelayanan yang lebih terhadap masyarakat Kota Serang. Sementara yang terahir kepada pihak Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Serang, supaya mampu melihat tingkat kepatuhan para badan usaha untuk mendaftarkan yang terkait dengan kesehatan,” pungkas Sofyeni. (1-2)