BBC, Serang – “Sejak awal pelaksanaan program USAID PRIORITAS di Banten tahun 2012, Kanwil Kemenag sudah dilibatkan jadi tim teknis untuk memilih dan menetapkan wilayah binaan, termasuk pemilihan madrasah. Praktik yang baik sudah ditunjukkan sebagian besar madrasah binaan USAID PRIORITAS melalui perubahan pembelajaran dan manajemen sekolah. Ini luar biasa!” seru Drs. Machdum Bachtiar M.Pd., Kasi Penma Kanwil Kemenag Provinsi Banten (10/5). Dia menyerukan dukungan diseminasi praktik yang baik ke seluruh madrasah di Banten. “Kita perlu laksanakan praktik yang baik juga di madrasah non mitra dengan memperbanyak ToT untuk percepatan pelatihan sehingga menjangkau semakin banyak lagi guru dan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah,” katanya lagi.
Machdum berharap peserta yang hadir dalam lokakarya dapat merumuskan renstra pendidikan di tingkat kabupaten/kota seperti penguatan KKM dan peningkatan kompetensi manajerial madrasah. Hal ini disampaikannya dalam lokakarya diseminasi praktik yang baik untuk madrasah di Banten yang diselenggarakan USAID PRIORITAS bekerjasama dengan Kemenag Provinsi Banten selama tiga hari, terhitung sejak Selasa (10/4) hingga hari ini. Peserta berasal dari perwakilan Kemenang Provinsi Banten, Kemenag kabupaten/kota, pengurus KKM dan pelaku madrasah dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula perwakilan balai diklat keagamaan, Dr. Asip Suryadi M.Ed., yang membuka kerjasama untuk madrasah meningkatkan kompetensi melalui empat pola diklat yang tersedia. Narasumber lain dari IAIN SMH Banten yang dibawakan oleh Dr. Nana Jumhana, M.Pd., mengakui perlunya keberlanjutan pelaksanaan praktik yang baik. “Jadi praktik baik yang sudah dilaksanakan di madrasah harus terus dilanjutkan, bisa sustainaible. Tidak hanya berhenti karena proyek saja. Kami di IAIN juga sudah melaksanakan diseminasi untuk penyiapan guru profesional seperti pelatihan PAKEM tahun lalu,” jelas Nana.
Diakui oleh Rifki Rosyad, koordinator provinsi USAID PRIORITAS bahwa sebagian besar madrasah mitra sudah melaksanakan diseminasi praktik yang baik. “Sebagian besar kabupaten/kota mitra kami sudah melaksanakan diseminasi praktik yang baik seperti misalnya Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan. Pada kesempatan ini dua kabupaten/kota tersebut memaparkan keberhasilannya dalam melaksanakan diseminasi praktik yang baik,” kata Rifki.
Nur Amaliah, pengurus KKMI Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan yang membawahi 12 madrasah menceritakan pengalamannya. “Sudah sebanyak dua kali pelatihan diseminasi dilaksanakan. Pertama, pelatihan PAKEM modul satu dan dua tahun 2015 yang diikuti enam madrasah dengan total peserta lima puluh orang. Kedua, pelatihan buku bacaan berjenjang di awal September 2016 yang diikuti oleh lima madrasah. Hasil pelatihan terlihat dari perubahan pembelajaran yang semula monoton dan ceramah, kini menjadi menarik siswa,” kata Nur.
Sependapat dengan Nur, Kasi Penma Kemenag Kota Tangerang Selatan Suhardi juga menyatakan pentingnya diseminasi praktik yang baik bagi peningkatan pembelajaran dan minat siswa dalam membaca. “Mutu pembelajaran meningkat, siswa madrasah mulai menyukai membaca dan adanya peran komite untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Ini adalah implikasi pelaksanaan diseminasi modul pelatihan,” kata Suhardi.
Selain Kota Tangerang Selatan, Abdul Bashit Kasi Penma Kemenag Kabupaten Lebak juga mengakui sudah melaksanakan diseminasi modul pelatihan sejak tahun 2014. Ada empat kecamatan di Lebak yang sudah merasakan manfaat diseminasi praktik yang baik yakni Kecamatan Cikulur, Kecamatan Cileles, Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Banjarsari dan diikuti lebih dari tiga ratus guru madrasah.(1-1/ Anna)
































