BBC, Cilegon – Stasiun karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan (SKIPM) kelas II Merak menggelar kegiatan konsultasi publik terkait rancangan standar pelayanan publik bersama beberapa stakeholder dan pengguna jasa di salah satu Hotel di Cilegon, Kamis (17/11/2022). 

Kepala SKIPM Kelas II Merak, Iromo mengatakan, forum konsultasi publik itu dilakukan sebagai upaya SKIPM Merak dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa SKIPM kelas II Merak. 

“Intinya kegiatan ini dalam rangka pemutakhiran pelayanan publik yang dilakukan SKIPM Merak kepada stakeholder, pengguna jasa, yang ada di luar kota maupun di lur Provinsi Banten agar lebih baik lagi,” ujar Iromo kepada awak media di sela-sela kegiatan tersebut.  

Iromo menjelaskan, kegiatan seminar tersebut juga merupakan persiapan SKIPM Merak untuk menghadapi tahun 2023 agar pelayanan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau pengguna jasa. Seperti pelayanan domestik luar, domestik masuk dan pelayanan ekspor dan impor ke luar negeri.

 “Seperti pelayanan domestik luar atau pelayanan pengiriman ikan ke luar area seperti ke Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan agar produk yang ada di merak bisa sampai ke Seluruh Indonesia. Kemudian ada domestik masuk atau kiriman dari luar yang masuk harus bebas dari hama penyakit ikan yang dibuktikan dengan sertifikasi dan pelayanan ekspor impor ke luar negeri baik yang masih hidup maupun mati (ikan dalam kondisi belum),” ujar Iromo.

Iromo mengungkapkan, pihaknya paling sering melayani ekspor dan impor ke luar negeri seperti ke Amerika, China dan beberapa luar negeri lainnya. Maka dari itu, ikan yang dikirim ke luar negeri harus dalam kondisi sehat, bebas dari hama ikan dan mutunya terjamin.

Baca juga :  Awal Tahun 2020 HIPKA Cilegon Akan Gelar Musda Pertama

“Ikan yang dikirim ada yang hasil dari Banten, Lampung maupun daerah lainya di Indonesia. Namun demikian, produk unggulan yang sering di kirim adalah udang dan sirip ikan hiu dan beberapa jenis ikan lainnya,” terangnya.(1-2).