BBC, Serang – Majelis Wilayah KAHMI Banten mengutuk keras pelaku upaya penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di lapangan Alun-alun Menes Kabupaten Pandeglang. Apalagi dua pelaku suami istri ini merupakan warga dari luar Banten.
“Perbuatan tesebut tentu sangat merugikan bagi citra Banten yang ramah dan menjungjung tinggi semangat persatuan,” kata Kordiantor Presidium MH KAHMI Banten, Udin Saparudin melalui press rilis yang diterima BBC, Kamis (10/10/2019).
Bahkan, kata Udin bagi dunia pendidikan Islam seperti Mathlaul Anwar dan lembaga pendidikan lainya di wilayah Banten
akan sangat terbawa dampak buruk dari peristiwa tersebut.
“Saya menjamin karakter orang Banten itu yang berjiwa ksatria dan tandzim kepada Ulama dan Umaro. Bagaimanapun Mathlaul Anwar yang didirikan oleh Ulama besar Syech KH.Mas Abdurahman adalah ulama Banten karismatik di Banten tentu orang Banten punya rasa hormat dan patuh pada pemerintahan,” katanya.
Atas dasar itu, lanjut Udin maka MW KAHMI Banten mengutuk keras atas tindakan dzolim yang dilakukan SA dan FA dengan menghukum sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku.
“Demikin pula agar lembaga-lembaga pemerintahan seperti BIN, Polri dan TNI harus lebih fokus dan kerja cerdas, terukur sehingga pada giliranya akan tetap terjaga stabilitas dan kondusip daerah,” tegas Udin.








