BBC, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, hari ini Kamis (3/2) meresmikan empat pos Jaga Perlintasan Kereta Api (JPL) di Kota Cilegon. Keempatnya itu yakni, JPL Ramanuju, JPL Warnasari, JPL Cikuasa dan JPL Medaksa, Kota Cilegon.
Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengungkapkan, pada tahun 2021 pihaknya membangun empat JPL dan tahun 2022 ini juga membangun empat JPL. Dengan demikian, sampai saat ini pihaknya telah membangun sebanyak 8 JPL di Cilegon.
“Tahun 2021 empat titik kita bangun, dan ini anggaran tahun 2022 4 titik. Rencananya tahun ini kita akan bangun lagi 4 titik, jadi semuanya dari 24 titik perlintasan sebidang yang ada di Cilegon tinggal 12 titik lagi,” kata Helldy usai meresmikan empat JPL tersebut, Kamis (2/2/2023).
Helldy menyatakan, pembangunan JPL di Cilegon sudah sesuai dengan undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian bahwa pembangunan JPL merupakan tanggung jawab pemerintah daerah bukan pemerintah pusat. Adapun tujuannya, Helldy mengatakan untuk meminimalisir angka kecelakaan yang terjadi di sebidang perlintasan kereta api di Cilegon.
“Pembangunan ini sudah sesuai dengan undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, bahwasanya itu tanggung jawab pemerintah daerah bukan pusat,” katanya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Joko Purwanto menyampaikan, untuk membangun empat JPL itu pihaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,1 miliar. Joko merinci, anggaran 2,1 miliar itu Rp 1,8 miliar untuk sistem palang pintunya dan Rp 300 Juta untuk membangun pos jaga di empat lokasi yang telah diresmikan tersebut.
“Menghabiskan anggaran Rp 2,1 miliar, dari 2,1 itu 1,8 untuk sistem palang pintunya Rp 300 juta untuk keempat pos jaganya,” ujar Joko.
Nantinya, lanjut Joko, yang menjaga Pos JPL itu tidak boleh sembarangan. Namun akan dijaga oleh petugas yang telah mendapatkan pelatihan khusus di Madiun Jawa Timur selama 14 hari. Mulai dari pengoperasian palang pintunya dan pengendalian jalur kereta api yang akan melewati JPL tersebut.
“Yang jaga ga boleh sembarangan, Haris yang sudah memiliki sertifikat melalui pelatihan di sekolah perkeretaapian di Madiun,” ucap Joko.
Joko menyampaikan, masing-masing pos JPL akan dijaga oleh empat petugas yang telah mendapatkan pelatihan tersebut yang akan dibagi menjadi tiga sip jaga dan satu orang cadangan petugas pos JPL tersebut.
“Semuanya ada tiga sip jaga, masing masing sip empat orang. Satu orang cadangan untuk penjaga,” ungkapnya. (1-2).








