BBC, Cilegon – Proses update Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada sekolah PAUD, TK, PKBM hingga SMP di Kota Cilegon terkendala oleh masih adanya pihak sekolah menggonta-ganti tenaga operator Dapodik. Demikian diungkapkan, Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon, Suhendi di kantornya, Senin (27/2/2023). 

“Terkadang terlambat itu diakibatkan banyak tenaga operator Dapodik merangkap sebagai guru jadi nambah pekerjaan, terus kalau bisa operator itu jangan sering gonta-ganti operator karena kalau ganti lagi harus belajar dari awal lagi,” ucap Suhendi.

Padahal lanjut Suhendi, updating data Dapodik sangat dibutuhkan untuk mengetahui data terbaru dari setiap sekolah. Selain itu, Dapodik juga merupakan komponen penting bagi Kementerian Pendidikan untuk mengambil data-data satuan lembaga pendidikan.

“Dapodik itu menyangkut tentang data peserta didik, tenaga pendidik, sarana prasarana sekolah. Nah data-data itu memang diperlukan oleh semua instansi misalnya untuk peserta didik Itu untuk penyaluran dana BOS, PIP juga dari Dapodik, kalau tenaga pendidik itu untuk sertifikasi. Data sarana prasarana itu untuk bantuan dari pemerintah dana relokasi itu juga diambil dari Dapodik,” ujar Suhendi.

Oleh karena itu, Suhendi meminta kepada satuan lembaga pendidikan di Kota Cilegon agar segera melakukan update data Dapodik sebelum waktu cut off oleh Kementerian pusat.

“Biasanya cut off itu per 31 Agustus setelah penerimaan siswa baru. Seharusnya setiap ada perubahan data di sekolahnya selagi Dapodik itu buka ya terus update gitu, kalau sudah cut off berharap data itu yang diambil oleh Kementerian,” katanya. (1-2).

Baca juga :  50 Tahun Mengabdi untuk Negeri ASDP Lakukan Operasi Sumbing Gratis Pada Anak-Anak