BBC, Cilegon – Dianggap tidak mengakomodir warga lokal dalam rekrutmen karyawan, PT. Synthetic Rubber Indonesia (PT. SRI) di dipersoalkan oleh warga Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Demikian terungkap dalam kegiatan hearing di Komisi II DPRD Cilegon, Selasa (14/1/2020).
Anggota Komisi II DPRD Cilegon Masduki mengatakan, belum lama ini PT. SRI telah melakukan perekrutan karyawan sebanyak 177 orang untuk posisi operator, tekhnisi dan beberapa posisi lainya di PT. SRI Kota Cilegon.
“Dari 177 orang yang direkrut menjadi karyawan PT. SRI semuanya bukan warga lokal yang tinggal dilokasi sekitar PT. SRI berdiri,” ujar Masduki kepada wartawan usai hearing tersebut.
Dikatakan Masduki, kalaupun PT. SRI tidak dapat menerima 100 persen warga lokal untuk menjadi karyawan PT. SRI, minimal 50 persenya saja, maka hal itu dianggap telah selesai.
“Gak harus 100% warga lokal yang diakomodir oleh PT. SRI, 50% nya saja PT. SRI dapat mengakomodir warga lokal maka dianggap selesai,” ucap Masduki.
Menurutnya, apabila PT. SRI tidak ada itikad baik dalam menyikapi persoalan perekrutan karyawan, maka pihaknya akan menyerahkan persoalan itu kepada masyarakat sekitar yang tinggal di sekitar lokasi PT. SRI.
“Kalau tidak ada itikad baik dari pihak PT. SRI, maka saya akan serahkan sepenuhnya kepada warga terserah warga mau ngapain terkait PT. SRI itu,” ucap Masduki.
Masduki mengaku, terkait pesoalan tersebut pihaknya telah memberikan waktu kepada pihak PT. SRI selama satu bulan kedepan untuk memperbaiki persoakan perekrutan karyawan tersebut.
“Terkait persoalan itu, kami dari pihak DPRD telah memberikan waktu selama satu bulan kedepan terhadap pihak PT. SRI untuk memperbaiki persoalan perekrutan karyawan itu,” tegasnya.
Direktur PT SRI, Marsosan Wiguna
menjelaskan, perekrutan karyawan yang dilakukan oleh PT. SRI sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada di internal perusahaan.
“Kalau pelaksananya sudah sesuai dengan aturan yang ada di management PT. SRI, dimana, dalam prosedur perekrutanya itu salah satunya harus diliat dari kompetensi yang dibutuhkan dan dilakukan secara normal,” jelasnya.
Wiguna menyampaikan, perekrutan karyawan di PT. SRI telah dilakukan sudah cukup lama yang dilakukan sejak awal berdirinya PT. SRI.
“Perekrutanya udah lama dilakukan, dan dalam tahapan perekrutanya salah satunya adalah harus mengikuti training yang dilakukan oleh PT. SRI,” ujar Wiguna.
Wiguna mengungkapkan, jumlah karyawan yang telah mengukuti perekrutan dan telah diterima oleh PT. SRI sebanyak 177 orang.
“Dari 177 orang tersebut 62 orangnya adalah warga Kota Cilegon yang dilakukan bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan ,(Disnaker) Kota Cilegon,” pungkasnya. (1-2).








