BBC, Cilegon – Keberadaan Komite Lotte Project di tiga wilayah di Kota Cilegon, dikeluhkan masyarakat lantaran tidak mampu menampung aspirasi atau keinginan masyarakat terhadap keberadaan Lotte Project tersebut. Demikian diungkapkan Ketua Warnasari Bersatu Ismat Tanthowi kepada awak media, Rabu (8/2/2023).
“Awalnya kami mendukung dengan berdirinya Komite tiga wilayah (Gerem, Rawa Arum dan Warnasari) akan tetapi seiring berjalanya waktu Komite tiga wilayah ini berubah arah dari fungsi awal, kami merasa kecewa, maka untuk itu kami meminta agar Komite tersebut dibubarkan,” ucap Tanthowi.
Menurutnya, hal itu harus dilakukan lantaran sudah tidak lagi sejalan dengan keinginan masyarakat dan keberadaan komite belum bisa dirasakan masyarakat dalam menjembatani antara masyarakat pihak perusahaan dalam hal ini PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) dengan masyarakat.
“Masyarakat yang ingin berusaha dan bekerja harusnya Komite lah yang menjadi jembatannya. Tapi kenyataan kami banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa warga kami yakni warga Warnasari sangat sedikit yang berkecimpung (bekerja dan berusaha) di sana. Kebanyakan warga dan pengusaha dari Rawa Arum saja, menurut kami ini tidak adil,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Tanthowi meminta kepada pemerintah Kelurahan agar memanggil pengurus komite tiga wilayah tersebut untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang apa yang terjadi didalam Lotte Project tersebut.
“Kami juga meminta kepada pihak pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kelurahan Warnasari untuk memanggil para pendiri Komite terdahulu untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik. Kami tidak ingin berdirinya Komite dari tingkat kelurahan sampai dengan tingkat kota hanya mementingkan kepentingan golongan tertentu saja,” katanya. (1-2).































