BBC, Cilegon – Tingkatkan kapasitas kepala Sekolah dan Guru pendamping khusus pada Sekolah Inklusi di Kota Cilegon. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, melaksanakan Kegiatan Workshop di Aula SMP Negeri 2 Cilegon, Senin (5/6/2023).
Diketahui, kegiatan Workshop yang dilakukan Dindikbud Kota Cilegon itu diikuti oleh para Kepala Sekolah dan Guru Pendamping Khusus dan anak berkebutuhan khusus dari 50 (Lima Puluh) Sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Inklusi di Kota Cilegon. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut yakni, Tenaga Ahli Pendidik Inklusi Direktorat PMPK Kemendikbud Ristek, Tita Sri Haryati.
“Kegiatan Workshop yang dilakukan oleh Dindikbud Kota Cilegon diikuti oleh para Kepala Sekolah dan Guru dari Sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Inklusi di Kota Cilegon,” kata Tenaga Ahli Pendidik Inklusi pada Direktorat PMPK Kemendikbud Ristek, Tita Sri Haryati di sela-sela kegiatan.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Workshop, lanjut Tirta, untuk meningkatkan kapasitas setiap pemimpin tertinggi di sebuah sekolahan dalam hal ini kepala sekolah yang harus mampu membuat kebijakan yang dapat berdampak positif terhadap peningkatan dunia pendidikan di sekolahnya.
Sementara lanjut Tita, untuk tenaga pengajar atau guru lebih kepada kompetensi yang harus kreatif, kompeten dan memahami kebutuhan belajar peserta didik. Serta merancang pembelajaran dengan melakukan akomodasi kurikulum, pembelajaran dan akomodasi penilaian.
“Sehingga rancangan yang dilakukan oleh guru sesuai dengan Kebutuhan yang diinginkan oleh peserta didik,” katanya.
Sementara, dalam Sam Kepala Dinas Pendidikan, Heni Anita Susila menyampaikan, dalam kegiatan Workshop itu setiap Kepala Sekolah dan Guru Pendamping akan dibekali dengan materi penanganan anak berkebutuhan khusus yang ada di sekolah masing-masing. Workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang merupakan Proyek Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 2.
“Melalui program Workshop ini dapat meningkatkan pelayanan dan penyelenggaraan sekolah inklusi yang ada di Kota Cilegon,” ucap Heni. (1-2).



































