BBC, Serang – Raden Andik Jaya Prawira mengakhiri perjalanan keliling Indonesia dengan sepedanya di Kota Serang, Banten pada Rabu, 21/6/2017. Keesokan harinya, kakek 73 tahun kelahiran Ciboleger, Lebak yang dikenal sebagai daerah Baduy ini diterima Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di kantor Wagub Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang.

“Alhamdulillah tadi saya sudah bertemu dengan Pak Wagub. Dan beliau sangat mengapresiasi apa yang saya lakukan dan mengaku sangat bangga dan berterima kasih,” kata Andik usai bertemu Wagub.

Andik mengaku, secara keseluruhan hasil perjalanannya tersebut yang berupa pengamatannya terhadap kondisi hutan di Indonesia akan dilaporkannya kepada Presiden Joko Widodo usai Lebaran nanti. “Secara umum, kondisi hutan di Indonesia sangat memprihatinkan. Dan saya akan meminta agar pemerintah punya perhatian serius terhadap persoalan kehutanan, seperti yang juga sudah saya sampaikan kepada pemerintah daerah dimana saya singgah,” kata Andik yang juga mengaku sudah menemui pihak Dinas Kehutanan Provinsi Banten tersebut.

Andik berkeliling Indonesia dengan bersepeda untuk mengampanyekan penyelamatan hutan. Kakek 12 cucu ini memulai perjalanannya sejak 16 September 2014 dari Banten dan setidaknya Andik sudah menjejaki 333 kabupaten.

Andik merupakan alumnus Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA), sehingga kunjungannya di setiap daerah biasanya disambut temannya dari Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) yang alumnusnya tersebar di seluruh Indonesia.

Tentang misinya itu, dikatakan Andik, awalnya dia hanya ingin bersilaturahim dengan para alumnus IKA SKMA di seluruh Indonesia untuk memberi semangat para rimbawan untuk selalu semangat menjaga hutan tetap lestari.

Selain berkampanye, diakui Andik jika dirinya juga punya misi memecahkan rekor MURI sebagai lansia pertama yang mengelilingi Nusantara dengan bersepeda.

Baca juga :  Bank Banten Bantu Pemulihan Bencana Lebak

Mengutip Kompas.com, saat Andik singgah di Sumatera Utara pada 11 Januari lalu, saat itu Andik sudah menyinggahi 128 kabupaten dan kota di Jawa–Bali dengan waktu tempuh 271 hari dan jarak tempuh 6.000 kilometer. Lalu, ia masuk ke NTB–NTT selama 105 hari dengan 29 kabupaten dan kota yang tersinggahi dalam jarak tempuh 7.900 kilometer, terdiri dari 4.500 kilometer darat dan 3.400 laut.

Menyempurnakan kunjungannya ke kawasan timur, Andik juga menyempatkan diri masuk ke negara tetangga. Timor Leste, dari Motoain sampai ke Balibo.

Di Sulawesi, suami dari perempuan Dayak Melly Gumer Binti ini menghabiskan waktu selama 135 hari, mengunjungi 77 dari 80 kabupaten dan kota dengan jarak tempuh 8.900 kilometer darat.

Di wilayah Maluku Utara, dia mengunjungi empat kabupaten dan kota. Di Papua Barat, Papua, dia mengunjungi 13 kabupaten dan kota serta Maluku dengan satu kabupaten.

Sementara itu, kunjungannya ke Kalimantan dimulai dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat, melewati semua kabupaten dan kota, kecuali Kabupaten Sukamara di Kalimantan Tengah. Semua provinsi di Kalimantan dilewatinya dengan jarak tempuh 6.800 kilometer.

Dari Kalimantan, Andik menuju Kepulauan Riau dan mengunjungi Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang. Selanjutnya, dia terbang menuju Aceh dan melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara, Riau, lalu ke Sumatera Barat, seterusnya ke selatan hingga Lampung dan berakhir kembali di Banten.

Selama perjalanan tersebut, dia dua kali mengganti sepedanya, tujuh kali ganti ban luar dan kanvas rem, tiga kali mengganti perseneling, dua kali mengganti rantai, dan empat kali mengganti sadel.

Wagub Banten Andika Hazrumy mengaku sangat terkesan dengan apa yang dilakukan Andik. Terlebih Wagub mengetahui jika Andik adalah putera Banten asli Baduy. “Ini membanggkan sekali,” kata Wagub.

Baca juga :  Eka Hospital Kolaborasi Dengan Disnaker Gelar Pembekalan dan Edukasi Ketenagakerjaan

Wagub berjanji, Pemprov Banten akan lebih memperhatikan persoalan kehutanan di Banten yang diakuinya sejauh ini masih kurang mendapatkan perhatian. “Sebelumnya memang kami, saya dan Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) sudah mengagendakan pembangunan di bidang kehutanan ini. Sekarang kami sedang melakukan kajian dan inventarisasi terhadap persoaln kehutanan tersebut, sehingga nanti kami bisa memastikan kebijakan kehutanan yang tepat bagi Banten,” papar Wagub. (1-1)