BBC, Cilegon – Dalam upaya untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, RSUD Cilegon menggelar kegiatan senam massal, lomba senam, lomba edukasi, cek gula darah sewaktu dan seminar Sabtu (30/11/2019).


Dilakukanya kegiatan tersebut, dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia, dalam kegiatan ini Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) unit Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon mengajak masyarakat yang hadir untuk selalu menjaga dan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit diabetes. 


“Tema kegiatan kita hari ini THE FAMILY AND DIABETES” Dukungan keluarga yang baik signifikan dengan semangat hidup pasien Diabetes dan dukungan keluarga berperan sangat penting dalam kesehatan mental pada pasien Diabets, dalam hal ini kualitas hidup dan dukungan keluarga,” kata ketua Persadia Unit Cilegon dr. Kamal Sumardin 


Dukugan keluarga dibagi menjadi 4 dimensi : dimensi empathethic ( emosional ) , dimensi encouragement ( penghargaan ), dimensi facilitative ( intrumental ), dimensi particifative ( partisifasi). 


“Masing-masing dimensi ini penting dipahami bagi individu yang memberikan dukungan karena menyangkut persepsi tentang keberadaan dan ketetapan dukungan keluarga bagi seorang penderita diabetes,” terangnya.


Sementara itu Plt Direktur RSUD Kota Cilegon dr H. Hana Johan S, MARS mengatakan upaya pencegahan diantaranya dilakukan melalui edukasi masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan resiko dan tanda dini adanya diabetes akan meningkat. 
Menurutnya, peningkatan kesadaran yang dibarengi dengan perubahan pola hidup akan menurunkan resiko terkena diabetes yang pada gilirannya akan menyelamatkan generasi mendatang, pola hidup sehat keluarga diabetes.


“ini diharapkan dapat menjadi sarana silaturrahmi dan kebulatan tekad bersama untuk pencegahan diabetes,” ujarnya.


Hana Johan menyebutkan, penyakit ini diakibatkan oleh gaya hidup, makanan dan faktor keturunan. Gaya hidup dan faktor makanan menjadi penekanan. 


“Jika gaya hidup diubah, pola makan berubah dan aktivitas harian yang sehat, maka ini bisa mencegah penyakit diabetes pada masyarakat,” terangnya.


Johan menjelaskan, Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin yang mencukupi, atau tubuh tidak dapat menggunakan jumlah insulin yang ada secara efektif. Karena insulin adalah hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh. Akibatnya, gula darah berlebihan dan timbul penyakit yang disebut diabetes.


“Penderita Diabetes akan ditandai dengan selalu lapar, sering haus, sering kencing, luka sukar sembuh dan cepat Lelah serta mudah terinfeksi,” ungkapnya.


“Gejalanya bervariasi, tergantung kompilkasi yang terjadi. Bila terjadi komplikasi maka beberapa bagian tubuh akan terganggu seperti mata yang disebut dengan retinopati diabetik,” imbuhnya.

Hana menyampaikan, yang dimaksudkan adalah gaya hidup malas-malasan, jarang bergerak atau berolahraga dan pola makan tidak sehat atau tidak seimbang. Termasuk penyebab diabetes adalah tidak pernah sadar dan mengontrol gula darah saat ini.

“Jangan hidup malas-malasan, jangan kegemukan karena sangat beresiko, rajin-rajinlah bergerak biasakan pola GERMAS,”pungkasnya. (1-2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here