BBC, Cilegon – Dana cadangan untuk Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024 masih kurang dari yang diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon senilai Rp 32 Miliar. Namun demikian, hal itu tidak akan mempengaruhi berjalannya tahapan proses Pilkada 2024 mendatang.

Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan Alfi mengaku, untuk kebutuhan dana cadangan Pilkada 2024 KPU Kota Cilegon mengusulkan senilai Rp 32 miliar rupiah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Namun, untuk tahun 2023 ini baru disetujui senilai Rp 10 miliar. Sementara, sisanya akan kembali dianggarkan Pemkot Cilegon tahun depan. 

“Kita serahkan ke DPRD, kebutuhan kita (KPU) senilai Rp 32 miliar,” ucap Irfan melalui telepon selulernya, Senin (27/2/2023).

Irfan mengatakan, berkurangnya dana cadangan untuk Pilkada nanti lantaran adanya penggabungan pelaksanaan Pilkada dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub). Sehingga harus ada efisiensi penggunaan anggaran tersebut. 

“Karena ada penggabungan dengan Pilgub itu, sehingga harus ada efisiensi penggunaan anggaran,” ujar Irfan  

Meski begitu, Irfan menyampaikan tidak akan mempengaruhi tahapan proses Pilkada 2024 mendatang. Lantaran, sampai saat ini partisipasi Pemilu di Kota Cilegon masih tertinggi dibandingkan dengan  Kabupaten Kota di Banten yang mencapai 75 persen. Maka, paling tidak tahun ini meningkat menjadi 80 persen.

“Kalau Cilegon partisipasinya masih tinggi, jadi kita harapkan tahun 2024 nanti meningkat dari 75  menjadi 80 persen partisipasinya lah,” ungkap Irfan. 

Adapun upaya yang akan dilakukan KPU Kota Cilegon dalam meningkatkan partisipasi pemilu. Irfan mengaku akan meningkatkan sosialisasi melalui media massa, media elektronik dan media  sosial (Medsos). Karena tidak dipungkiri kegiatan sosialisasi sebagian besar harus dilakukan melalui Medsos. 

“Kita akan tingkatkan sosialisasi melalui media massa, media elektronik dan medsos. Karena tidak dipungkiri sosialisasi melalui medsos paling efektif dilakukan,” katanya. (1-2).

Baca juga :  Sepi Penumpang, Sopir Angkot di Cilegon Ogah Uji KIR