BBC, Serang – Pemerintah provinsi Banten telah berhasil menempatkan kurang lebih 292 sarjana penggerak pembangunan desa. Jumlah itu didapat setelah Banten ikut serta dalam program sarjana dan penggerak pembangunan pedesaan (PSP-3) sejak tahun 2002 lalu.

“Program PSP-3 sudah berlangsung sejak tahun 1989 dengan nama program sarjana penggerak program (SP-3). Sejak tahun 2011 program SP-3 mengalami reposisi menjadi program pemuda sarjana peggerak pembangunan di pedesaan (PSP-3). Sampai sekarang sudah ribuan sarjana ikut bertisipasi dalam program PSP-3 mulai tahun 2002, dan sudah menempatkan kurang lebih 292 sarjana sampai sekarang,” ungkap Kepala dinas pemuda dan olahraga Provinsi Banten Ali Fadilah pada acara penguatan kapasitas pemuda sarjana penggerak pembangunan di pedesaan (PSP-3) di provinsi Banten tahun 2016, di salah.satu Hotel di Kota Serang, Sabtu, 13/8/2016.

Dari jumlah itu, kata Ali banyak para peserta yang sudah sukses.di berbagai lembaga. Tidak hanya di pemerintahan, akan tetapi ada juga yang sukses menjadi anggota DPRD.

“Dari jumlah sebanyak 292 sarjana yang ikut program PSP3 banyak yang sudah mandiri, berwirausaha sendiri. Bahkanada yang menjadi anggota DPRD. Hal itulah yang diharapkan dari adanya program PSP3, yaitu adanya kemandirian bagi peserta maupun bagi masyarakat khususnya para pemuda binaan,”tutur Ali.

Ali menjelaskan, dikembangkannnya program PSP3 untuk mengakselerasikan pembangunan melalui peran kepeloporan pemuda dalam berbagai aktivitas masyarakat terutama kaum muda di pedesaan. Melalui program PSP3 diharapkan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan yang dapat memperbaiki taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa depan.

“Komitmen ini penting sebagai bagian dalam mengurangi penumpukan SDM berpendidikan tinggi di perkotaan, sehingga pemuda desa mampu bangkit melakukan kegiatan yang produktif dan pada akhirnya desa menjadi penggerak dalam pertumbuhan ekonomi secara nasional,”kata Ali. (1-1)

Baca juga :  Puskesmas Unyur Bersama Mahasiswa UIN Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis