BBC, Serang – Dengan adanya perubahan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten diharapkan dapat memaksimalkan anggaran yang ada untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat di Provinsi Banten.

“APBD Provinsi Banten pada tahun 2017 ini keseluruhanya mencapai Rp10,8 Trilyun diharapakan dengan adanya perubahan anggaran APBD tersebut dapat memaksimalkan anggaran yang ada dan mengoptimalkan pelayanan masyarakat Banten pada umumnya,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy ketika ditemui usai rapat paripurna di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Selasa,12/9/2017.

Dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten yang menyampaikan soal Nota Pengantar Gubernur membahas tentang Raperda, yang dilakukan di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim melalui Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyampaikan usulan tentang rencana pembangunan jangka menengah yang ada Didaerah Provinsi Banten pada tahun 2017-2022 yang akan datang.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy ketika ditemui usai kegiatan menjelaska bahwa, berdasarkan perubahan APBD pada tahun 2017, bentuk yang dilakukan oleh pemerintah bersamaan dengan upaya untuk mensejahterakan masyarakat Banten.

“Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, seluas luasnya, agar angka penganguran dan kemiskinan yang ada di Banten serta mempelajari inflasi atau daya beli masyarakat,” ungkap Andika Hazrumy

Selain itu juga dengan adanya penambahan kesepakatan, pendapatan daerah ada penambahan kesepakatan yang mencapai Rp9,7 Trilyun naik menjadi Rp9,9 Trilyun. Sementara itu belanja daerah sebelumnya Rp10,3 Trilyun menjadi Rp10,4 Trilliun dengan jumlah kenaikan sebesar Rp100 Milyar.

“Berdasarkan kondisi tersebut, APBD tahun 2017 mengalami defisit anggaran. Sehingga defisit ini akan ditutup dari pembiayaan Daerah yang bersumber dari silpa tahun 2017 sebesar Rp400 Milyar lebih dengat total anggaran keseluruhan pada tahun ini sebesar Rp10,8 Trilyun,” jelas Andika.

Menurut Andika Pemerintah Provinsi Banten sangat optimis dalam memaksimalkan penggunaan anggaran dengan adanya upaya peningkatan pelayanan masyarakat.
“Dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan serta pengentasan masyarakat Kurang mampuh,” tukas Andika. (1-2)