BBC, Cilegon: Belasan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, dinyatakan reaktif Covid-19. Hal itu diketahui setelah 30 napi dan 20 petugas Lapas di-rapid test antigen pada Jumat (1/1/2021) lalu.
“Itu adalah blok khusus, agar lebih mudah terpantau dan mendapatkan atensi khusus dari petugas,” ucap Ketua Pencegahan dan Penanggulanan Covid-19 pada Lapas Kelas II A Cilegon Zulkarnain, Senin (4/1/2021).
Menyikapi hal itu, Zulkarnain berharap belasan napi yang reaktif segera dilakukan swab massal demi memastikan semua warga binaan aman dari penularan Covid-19.
“Mengingat hasil rapid test antigen pekan lalu ada yang reaktif, kami berharap adanya tindak lanjut berupa swab massal. Sebab hanya melalui swab, keakuratan Covid-19 bisa didapatkan,” sambungnya.
Ia menambahkan, sampai saat ini dirinya belum dapat memastikan media penularan awal virus tersebut. Mengingat pihaknya sudah melarang warga binaan kontak langsung dengan keluarga yang menjenguk.
“Sampai saat ini, kami belum tahu awal mulanya virus ini masuk ke Lapas,” pungkasnya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengaku telah menyiapkan alat swab untuk warga binaan tersebut.
“Tadi pagi kami sudah rapat secara daring dengan pihak Lapas. Intinya terkait 11 warga binaan terdeteksi reaktif, akan kami tindaklanjuti,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggam.
Meski begitu, pihaknya belum bisa melakukan swab terhadap belasan napi yang reaktif Covid-19. Sebab Dinkes masih menunggu Nomor Induk Kependudukan (NIK) napi yang dinyatakan reaktif.
“Kami (Dinkes Cilegon) harus menunggu NIK napi-napi itu. Sebab untuk pengiriman sampel swab, wajib mencantumkan NIK,” ujarnya.
Adapun perihal permintaan Lapas untuk melakukan rapid test antigen secara massal, pihaknya mengaku belum siap lantaran harus melihat ketersediaan alat rapid test antigen yang ada di Dinkes.
“Pihak Lapas juga sedang menunggu pengadaan rapid antigen. Jika sudah tersedia, kami akan berkoordinasi kembali,” ujarnya.
Maka dari itu, ia mengimbau pengelola Lapas agar penerapan protokol kesehatan di area Lapas ditingkatkan. Dia menyarankan 11 warga binaan yang reaktif Covid-19 dipisahkan atau dilakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Kami sudah mengarahkan agar 11 orang ini diisolasi,” tutupnya. (1-2).































