BBC, Cilegon – Puluhan anak dan orang dewasa di Kota Cilegon terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang diduga akibat pencemaran udara dari aktivitas industri di Cilegon. Tercatat, pasien ISPA yang ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon per Januari 2023 pasien usia 0-5 bulan sebanyak 25 orang. Sedangkan pasien usia 1-5 tahun sebanyak 48 orang. Sementara, untuk pasien usia 9-60 tahun yang terkena penyakit ISPA di Cilegon sebanyak 23 orang. 

Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Febri Naldo menyampaikan, penyakit ISPA diakibatkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah. Meski demikian, ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi di saluran pernapasan bagian atas.

“Kalau yang pasti sih penyebabnya karena bakteri dan karena kekebalan tubuh seseorang itu lemah sehingga mudah tertular orang yang sudah terkena ISPA,” kata Febri di kantornya, Rabu (29/3/2023).

Lebih lanjut Febri menyampaikan, Komplikasi yang dapat terjadi akibat ISPA, antara lain gagal nafas karena paru-paru berhenti berfungsi, dan gagal jantung kongestif. Dikatakan Febri komplikasi ISPA yang serius bisa mengakibatkan kerusakan permanen hingga kematian.

“Menular dan bisa menyebabkan kematian,” ucap Febri.

Namun demikian, Febri mengaku tidak bisa menyampaikan penyakit ISPA yang menyerang balita dan orang dewasa di Cilegon itu diakibatkan oleh faktor udara di Kota Cilegon. Lantaran sampai saat ini pihaknya belum memiliki alat uji untuk memastikan puluhan anak dan orang dewasa itu terka penyakit ISPA akibat pencemaran udara di Cilegon . Yang jelas kata Febri, penyakit ISPA diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus serta daya tahan tubuh yang lemah. 

Baca juga :  Jangan Lupa! Besok Jadwal Pengambilan Race Pack Banten 5K Fun Run

“Kalau soal itu kita tidak bisa menyampaikan, karena di kita (Dinkes Cilegon) belum memiliki alat uji untuk memastikan bahwa ISPA yang dialami pasien itu akibat pencemaran udara,” ungkapnya.

Febri menyampaikan, penyakit ISPA dapat menular kepada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat Cilegon agar menjaga pola hidup yang seimbang, meningkatkan olahraga dan melengkapi imunisasi pada anak. 

“Maka yang paling efektif itu, jaga kekebalan tubuh, pola hidup sehat serta imunisasi lengkap pada anak. Itu yang mampu mencegah agar tidak terkena ISPA,” katanya. (1-2).