BBC, Serang – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten akan bertindak tegas dalam melakukan pembinaan terhadap atlit dari seluruh cabang olahraga yang ada di Banten. Bahkan untuk kedepan diharapkan tidak ada lagi, pemerintah di kabupaten dan kota menggunakan atlit dari luar daerah untuk event olahraga apapun.
“Berdasarkan masukan dari pengurus cabang olahraga dan dinas pemuda dan olahraga di Kab/ Kota meminta agar tidak ada lagi atlit dari luar Banten. Ini akan ada seleksi ketat, jika masih maka akan ditindak tegas,” ungkap kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan didampingi Sekertaris Dinas Dewi Suzana, Jumat, 3/3/2017.
Menurutnya, berdasarkan masukan dari pengurus cabang olahrga dan dinas pemuda dan olahraga yang ada di kabupaten dan kota, persoalan identitas atlit menjadi masukan utama yang disuarakan. Dimana setiap daerah menginginkan atlit asli daerah masing-masing yang bisa berlaga mewakili daerahnya dalam setiap kompetisi di tingkat regional maupun naiasional.
“Dengan begitu ada kebanggan tersendiri bagi para atlit secara pribadi maupun daerah masing-masing. Karena selama selama ini tidak sedikit di berbapa cabang pertandingan, atlit yang berlaga berasal dari luar Banten. Sehingga hal ini juga akan mengganggu proses pembinaan atlit asal Banten,” katanya.
Sedangkan untuk merealisasikan keinginan itu, Deden mengatakan Dispora akan mengintensifkan pembinaan secara berkelanjutan terhadap atlit asal Banten. Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang pemerintah daerah memiliki atlit yang membanggakan daerahnya.
“Sedangkan untuk menyeleksi atlit potensial Dispora provinsi telah sepakat dengan Dispora yang ada di kabupaten/kota, untuk mengadakan kompetisi berjenjang dari bawah ke atas. Sehinga melalui pembinaan berkelanjutan akan mampu mendongkrak motivasi atlit yang ada di bumi Jawara ini,” tegasnya seraya meminta komitmen bersama ini untuk bisa diimplemntasikan. (1-1)































