BBC, Serang – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten turut prihatin dengan musibah bencana banjir yang melanda 2 kabupaten di Prov Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak dengan ketinggian air mencapai diatas 1 M. Karena bencana banjir tidak hanya berdampak terhadap kerugian materiil tapi juga kerugian secara immateriil terutama trauma bagi masyarakat khususnya anak anak. “Dengan banjir, akan mengancam keselamatan jiwa, yang biasanya aktivitas sehari hari berjalan dengan lancar namun akbiat banjir aktivitas mereka terhambat misalnya sekolah, bermain, dan aktifitas lainnya. Hal ini akan berdampak terhadap beban psikologis anak anak,” ungkap ketua LPA Banten Uut Lutfi melalui riilis yang diterima bukabantennews.com, Rabu 15/2/2017.
Oleh karena itu, lanjut Uut LPA Provinsi Banten bersama Komunitas Sosial yang peduli dan cinta terhadap anak anak akan terjun langsung ke beberapa titik banjir dengan mengadakan kegiatan Trauma Healing misalnya dengan bermain bersama dan memberikan layanan psikologis bagi anak anak.
“Harapan kami dengan kegiatan tersebut setidaknya dapat mengurangi beban psikis akibat banjir. Dan kami pun meminta kepada Gubernur Provinsi yang baru nanti untuk serius menangani persoalan banjir di Provinsi Banten jangan sampai ada kesan bahwa bencana banjir adalah bencana rutin tahunan,” katanya.
Bencana banjir, jelas Uut akan berdampak kerugian yang besar baik materiil maupun imateriil.
“Alhamdulillah Rapat Konsolidasi dengan agenda persiapan Trauma Healing ke daerah Banjir di Kab Pandeglang dan Kab Lebak berjalan dengan lancar,” tukasnya. (1-1)


































