BBC, Cilegon – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), akan menata ulang akses dari Cikuasa atas menuju pelabuhan Merak-Banten. Penataan dilakukan, guna memperlancar arus kendaraan yang masuk ke pelabuhan Merak.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno membenarkan, pihaknya akan menata ulang akses dari Cikuasa atas menuju pelabuhan merak. Dengan demikian, maka akses menuju pelabuhan merak akan lebih lebar dari sebelumnya. Dikatakan Hendro, penataan akses menuju pelabuhan merak, ditargetkan selesai dilakukan sebelum angkutan lebaran (Angleb) 2023 mendatang.  Untuk menata akses tersebut, Hendro menyampaikan pihaknya akan membongkar kantor KSKP dan Kantor ASDP. Dengan demikian, maka daya tampung kendaraan di Pelabuhan Merak akan lebih luas dari sekarang.

“Kita mau menata jalan akses dari Cikuasa atas hingga ke ujung Pelabuhan. Sekarang ini kan satu lajur, jadi nanti akan ditambah menjadi tiga lajur supaya lebar,” ujar Hendro di Merak Selasa (31/1/2023). 

Maka dari itu, lanjut Hendro, dirinya meminta kepada semua pihak agar mendukung rencana penataan tersebut. Terutama, dukungan dari pemilik lahan di sekitar area pelabuhan Merak diluar dari lahan milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

“Berusaha sebelum lebaran sudah dilakukan, tapi kami mohon bantuannya terutama pemilik lahan yang kepemilikannya dari instansi lain agar dibantu,” katanya. 

Sementara, Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry M Yusuf Hadi mengatakan, terkait dengan rencana pemindahan kantor ASDP pelabuhan Merak. Dirinya mengaku telah menyiapkan penggantinya yang akan mulai pindah akhir Februari ini. 

“ASDP yang baru sudah kita siapkan, paling tidak akhir februari ini kita sudah pindah. Kantor yang lama akan kita ratakan untuk memperluas dermaga satu,” kata Yusuf. 

Baca juga :  Masyarakat Desak Pemkot dan Industri Tangani Penyebab Banjir Cilegon 

Namun demikian lanjut Yusuf, pihaknya diminta agar melakukan penataan secara teratur atau sistemik untuk meningkatkan peradaban industri penyebrangan yang terintegrasi oleh empat moda transportasi yaitu, penyebrangan, bus, kereta api dan jalan Tol. Dengan demikian, maka pelabuhan merak sebagai angkutan terpadat di Indonesia nanti akan menjadi yang terbaik se Indonesia.

“Itu pertama bawah kita punya komitmen bersama melakukan penataan secara sistemik untuk empat moda transportasi, penyeberangan, bus, kereta api dan jalan Tol. Kalau memang ini terealisasi ini akan menjadi kebanggaan Indonesia. Angkutan terpadat di Indonesia akan menjadi yang terbaik di Indonesia,” harapnya. (1-2)