BBC, Serang – Warga Banten diminta untuk tetap mewaspadai dampak dari peralihan musim kemarau. Karena pergantian musim biasanya berdampak terhadap potensi bencana yanv muncul.
“Salah satunya menghadapi masalah kemarau adalah kekeringan. Tapi tidak menutup kemungkinan bencana lain perlu diwaspadai,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPPD Banten Juhriadi, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, untuk menghadapi bencana kekeringan salah satu yang diantisipasi adalah dengan menyiapkan sumur pompa sedalam 250 meter.
“Sumur pompa ini nanti digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat di Kab dan Kota di Banten,” terangnya.

Secara teknis untuk pendistribusian air bersih ini usulannya dapat dilakukan secara berjenjang. Karena misalnya dari masyarakat bisa diusulkan ke wilayah terbawah hingga ke Pemda di Kab dan Kota.
“Dari usulan Kab dan Kota itu bisa diteruskan ke provinsi. Karena mereka juga memiliki PDAM yang dapat dioptimalkan untuk membantu kebutuhan air bersih,” tegasnya.

Kepala Maritim BMKG Kelas 1 Serang Nurhuda menjelaskan musim kemarau tahun ini merupakan kemarau basah. Sehingga berdasarkan prediksi meskipun terjadi kemarau, masih ditemukan adanya potensi hujan.
“Bedanya kemarau basah itu masih ada spot hujannya meski tidak banyak. Sementara untuk kemarau kering itu memang tidak ada potensi hujan,” jelasnya.

Sedangkan terkait potensi bahaya Siklon di wilayah Banten, Nurhuda menyebut dari pemantauan untuk bibit siklon terpantau di Indonesia bagian selatan.
“Secara umum di Indoensia tak ada siklon, tapi bibitnya bisa tumbuh di Indoensia. Yang paling banyak terjadi di wilayah selatan Indonesia, karena bibit siklon itu terlihat,” pungkas Nurhuda.

Baca juga :  Pilkada Cilegon : Ketua DPD Demokrat Banten Iti Octavia Jaya Baya Nytakan Perang