BBC, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, saat ini tengah melakukan seleksi akhir calon Direktur Operasional dan Kepatuhan serta Direktur Bisnis pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT BPR Syariah Cilegon Mandiri (PT BPRS-CM). Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian memastikan seleksi akhir calon Direktur tersebut dilakukan secara profesional dan bukan karena faktor kedekatan.
Helldy menyampaikan, hari ini Selasa (18/10) terdapat dua dari enam calon Direktur yang mengikuti sesi wawancara untuk menentukan kekosongan Direktur BPRS-CM saat ini. Dengan demikian, maka masih ada empat calon Direktur lagi yang belum dilakukan tes wawancara akhir oleh panitia seleksi.
“Baru dua yang wawancara. Masih ada empat calon lagi yang belum diwawancarai terkait calon Direktur BPRS-CM itu,” ujar Helldy.
Helldy memastikan, proses seleksi dilakukan secara profesional bukan karena faktor kedekatan. Dengan begitu, maka siapa yang akan ditunjuk sebagai Direksi BPRS-CM merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan.
“Secara profesional lah bukan karena faktor kedekatan atau faktor titipan,” ucap Helldy.
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar siapapun yang menjadi direksi BPRS-CM yang baru nanti. Berdasarkan hasil seleksi yang sesungguhnya dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Dengan demikian, maka bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya dalam mengembangkan BPRS-CM menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
“Kalau saya melihat mereka ini rata-rata pernah di Bank swasta dan beberapa pernah menjadi kepala Cabang. Jadi secara integritas bisa dikatakan memiliki kompetensi yang luar biasa,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyampaikan, pihaknya tengah melakukan seleksi untuk dua posisi Direktur yang masih kosong. Kedua posisi tersebut yakni, Direktur Operasional dan Kepatuhan serta Direktur Bisnis pada BUMD BPRS-CM.
“Karena diberikan kewenangan untuk wawancara, maka saya sebagai pimpinan daerah selalu mengharapkan yang terbaik untuk BPRS-CM,” ujar Sanuji.
Sanuji berharap, siapapun nanti yang akan menempati dua posisi jabatan Direktur pada BPRS-CM tersebut. Bisa memberikan yang terbaik terutama dalam memulihkan keuangan BPRS-CM untuk membantu kepentingan masyarakat Cilegon.
“Siapapun nanti yang menduduki dua posisi jabatan Direktur BPRS-CM itu. Saya berharap bisa mendapatkan kemistri dengan Direktur utama dan bisa memulihkan kembali keuangan BPRS-CM. Sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat Cilegon,” harapanya.
Diinformasikan, dilakukannya seleksi tersebut yakni, untuk mendapatkan direksi yang berkompeten, berpengalaman dan berintegritas tinggi diperlukan proses seleksi sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah yang tahapannya meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (UKK) dan wawancara akhir. Adapun, enam peserta yang mengikuti seleksi tersebut yakni, Arum Dwi Chrisno Rini asal Cilegon Banten, Muhammad Soleh asal Desa Petaling Bangka Belitung, Yoyo Hartoyo asal Bogor Jawa Barat, Sofian asal Cilangkap Kota Depok, Dudi Kelana asal Cilegon Banten dan Zamroni Tama asal Kota Cilegon Banten. (1-2).
































