BBC, Cilegon – Ketua PGRI Kota Cilegon Wandi Wahyudin menolak rencana Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang akan mengimpor tenaga pengajar dari luar negeri. Menurutnya, kemampuan tenaga pengajar di Indonesia tidak kalah dengan kemampuan guru dari luar negeri.

“Apalagi sudah banyak putera puteri Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional. Hanya tinggal bagaimana pemerintah memberikan program pelatihan terhadap guru di Indonesia agar memiliki kompetensi kelas dunia,”kata Wandi ditemui di Kantornya, Rabu, (15/5/2019).

Wandi menerangkan, wacana pemerintah yang akan mengimpor tenaga guru dari luar negri tersebut, justru akan melukai hati para tenaga honorer di Indonesia. “Mengingat hingga kini mereka banyak yang belum mendapatkan kepastian dari pemerintah terkait status hingga penghasilan, kemungkinan akan banyak guru Honorer yang merasa kecewa kalo rencana itu jadi di realisasikan,”ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya menyarankan pemerintah agar dapat mengkaji ulang  terkait wacana tersebut. “Saya selaku ketua PGRI Kota Cilegon memohon kepada pemerintah agar dapat membatalkan terkait rencana Impor tenaga pengajar atau guru dari luar negri itu,”pungkasnya. (1-2).

Baca juga :  PW DMI Banten Gelar Taaruf dan Sosialisasi Pendataan Sertifikasi Tanah Wakaf