BBC, Cilegon – Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon dinilai belum layak digunakan untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor. Lantaran masih minim Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
Dirlantas Polda Banten Kombes. Pol. Firman Darmansyah mengatakan, pemudik yang menggunakan sepeda motor disarankan melalui jalur protokol Kota Cilegon. Bukan melalui Jalan Lingkar Selatan (JLS) hal itu dilakukan untuk menghindari terjadi kecelakaan.
Menurutnya, hal itu harus diikuti oleh pemudik guna menghindari pertemuan antara pengendara sepeda motor dengan pengendara truk yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Ditambah lagi di Jalan Lingkar Selatan masih minim PJU.
“Saya sarankan tidak lewat JLS, karena kalau lewat JLS. Sepeda motor berpapasan dengan kendaraan truk itu sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan,” ucap Dirlantas.
Namun demikian, Dirlantas mengimbau kepada Pemudik untuk tetap waspada dan berhati-hati serta jangan terburu-buru. Ia memastikan, semua pemudik akan dilakukan pengawalan oleh petugas kepolisian yang disiagakan dari mulai Kabupaten Tangerang hingga Pelabuhan Ciwandan.
“Pemudik ga usah terburu-buru, karena kami pastikan pengawalan hingga gerbang tol Ciwandan,” ujar Dirlantas.
Dirlantas menyampaikan, pengaturan arus lalu lintas saat mudik nanti tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Dimana, pihaknya akan memberlakukan skenario merah kuning dan hijau. Dimana hijau dalam keadaan normal. Kuning terjadi kepadatan kendaraan yang direnggangkan dengan skenario buka-tutup. Sementara merah,
yakni situasi di mana penimbunan kendaraan sudah masuk ke badan jalan tol. Ketika ini terjadi, dilakukan buka-tutup dan pengalihan kendaraan yang mengarah ke pelabuhan Merak melalui via gerbang Tol Merak.
“Untuk skenarionya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, kita berlakukan tiga skenario hijau, kuning dan merah,” ujarnya.
Sementara, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menambahkan, untuk pengaturan selama lebaran secara umum kebijakannya adalah untuk menghindari terjadinya
bottleneck atau penyempitan jalan di ruas Tol yang bisa mengakibatkan kemacetan di semua ruas jalan Tol.
“Sehingga, semua Eksit jalan Tol harus dipersiapkan secara maksimal dengan demikian masyarakat tidak secara cepat pindah ke jalan Tol dan keluarnya juga tidak terganggu. Oleh karena itu, jalan arteri juga perlu dilakukan manajemen pengaturan lalu lintas yang baik,” Kata Kakorlantas.
Selain jalan Tol lanjut Kakorlantas, Pemerintah Daerah juga diminta agar turun kelapangan untuk memastikan kondisi lalu lintas di tidak terjadi penyumbatan. Maka, komunikasi petugas di jalan Tol dan jalan arteri harus ditingkatkan lagi agar tidak terjadi penyumbatan. Q
“Adapun titik yang menjadi atensi, selain jalan Tol dan arteri. Rest area juga menjadi atensi bagi petugas untuk mencegah penumpukan kendaraan di rest area yang ekornya bisa mengakibatkan kemacetan di dalam jalan Tol,” katanya. (1-2).

































