BBC, Serang – Masyarakat Baduy merupakan sekelompok masyarakat yang berpegang teguh pada adat istiadat nenek moyang mereka secara turun-temurun. Masyarakat Baduy tinggal di sebuah desa pedalaman di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Upacara seba baduy merupakan bagian dari amanat leluhur (pikukuh karuhun) yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat Baduy setahun sekali, pada bulan safar awal tahun baru, sesuai dengan penanggalan adat Baduy (sekitar bulan April-Mei pada tahun Masehi).
Tujuan dari upacara seba ini adalah sebagai ekspresi rasa syukur dan penghormatan suku Baduy terhadap pemerintah baik itu Bupati Lebak maupun Gubernur Banten. Sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap pemerintah, masyarakat Baduy dalam upacara seba mempersembahkan hasil panen dalam setahun, berupa talas, gula, pisang, dan lain-lain. Mereka (Baduy Dalam) akan berjalan kaki puluhan kilo meter, sementara warga baduy luar bisa menggunakan kendaraan yang sudah disediakan pemerintah.
Pada tahun ini sekitar 1.300 lebih warga baduy menggelar perayaan Seba dengan mendatangi Bupati Lebak dan Gubernur Banten sebagai “Bapak Gede” atau kepala pemerintah daerah untuk menyerahkan hasil komoditas pertanian.
Pesan yang mereka sampaikan kepada pemerintah setiap tahun tetap sama yakni menjaga kelestarian hutan dan lingkungan yang mereka tempati. Bukan hanya itu, masyarakat baduy juga meminta pemerintah dalam hal ini Ibu Gede atau Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bapak Gede atau Gubernur Banten Rano Karno.
untuk menegakkan hukum dan keadilan demi ketenteraman dan keselamatan masyarakat.
“Kami meminta kepada pemerintah dan pihak keamanan untuk menjaga kelestarian alam di Taman Nasional Gunung Halimun, dan kami meminta bantuan lahan seluas enam hektare untuk pertanian,” kata Ayah Mursid selaku kakolotan warga baduy dalam.
Selain itu, warga Baduy menginginkan kolom agama di Kartu Tanda Identitas (KTP) tidak dikosongkan, melainkan mencantumkan agama Sunda Wiwitan.
“Keyakinan kami agar pemda khususnya pak gubernur ada kebijakan khusus kepada warga baduy supaya sunda wiwitan bisa tercantum di KTP. Setiap tahun sudah disampaikan karena itu kemauan masyarakat baduy. Kami ngerasa kurang nyaman supaya lembaga adat menjadi tenang, tentram supaya diperjuangkeun supaya bagamana perlindungannya demi kesejahteraan kami,” pinta ayah mursid.
Gubernur Banten Rano Karno mengucapkan selamat datang kepada warga baduy yang telah tiba di kota serang sebagai ibu kota provinsi banten. Menurutnya seba baduy merupakan tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Tanpa seba baduy, Banten bagaikan makanan tanpa garam. Tradisi ini sudah menyatu dengan banten. Sekali lagi kami mengucapkan selamat datang saudara kita (warga baduy) dari kanekes,” kata Gubernur Banten Rano Karno saat menyampaikan sambutannya pada acara seba baduy di Museum Banten (Exs pendopo gubernur banten) di Kota Serang, Sabtu 14/05/2016.
Gubernur juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan disekitar kita untuk kehidupan dimasa depan.
“Agar lingkungan kita terjaga, maka alam harus kita pelihara, bumi harus kita rawat, karena kecintaan terhadap lingkungan merupakan ujung tombak dari pembangunan kita sendiri,” ucapnya.
Terkait harapan warga baduy untuk mencantumkan agama sunda wiwitan di KTP mereka, gubernur Banten akan segera menyampaikan keinginan tersebut ke Kementrian dalam negeri.
“Insyaallah semua usulan, masukan, harapan warga baduy kita sampaikan ke Kemendagri. Sebetulnya hal ini sudah saya sudah laporkan dan mudah2an bisa dijawab. Insyaallah nanti kita sampaikan lagi,” kata Gubernur.
Hal yang sama juga dikatakan Sekda Banten Ranta Suharta, persoalan agama dan keyakinan bukan terjadi di adat baduy tetapi juga didaerah lain yang memiliki adat juga sama. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada warga baduy untuk bersabar.
“Nanti pak gubernur akan bicara dengan ibu bupati, yang pasti persoalan KTP sedang diperjuangkan ke Kemendagri, karena ini kewenangan Kemendagri. Yang terpenting adalah menjaga wilayah baduy bersama-sama, baik dengan pihak polisi jika ada sesuatu dan tentunya dengan semua pihak,” ucap Sekda. (1-1)


































