BBC, Cilegon – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Lahiriyah telah resmi menjadi Universitas. Perubahan nama ini ditandai dengan penyerahan SK Kemendikbud yang diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Uman Suherman kepada ketua PB Al Khairiyah Ali Mujahidin di Kota Cilegon, Minggu 24/1/2021.
Ketua umum Al Khairiyah Ali mujahidin Karim Syamun mengakui dengan Jurus perjuangan terukur dan tidak pernah kenal lelah melalui motto Satria setia Bakti fokus dengan membangun sarana pra sarana gedung Universitas dan gedung pesantren Al Khairiyah Citangkil, perjuangkan Brigjen KH. Syamun menjadi pahlawan Nasional.
“Kemudian terbentuknya menjadi Ormas Nasional, terbentuknya Universitas, kordinasi cabang-cabang se Indonesia dengan pembinaany dan telah membuat kurikulum khusus Molog Al Khairiyah yang di sesuaikan motode tempo dan metoda sesuai tuntutan jaman. Program itulah menjadi semangat saya dan kawan-kawan,” tegas Ali.
Apalagi lanjut Ali, peroses perjuangan terbentuknya Universitas Al Khairiyah tentunya tidak serta merta seperti membalikan tangan. Namun dibutuhkan kerja keras yang terukur dgn ” PILING & WANTEN ” dengan keyakinan.
“Tujuannya tentu untuk memajukan dan mencetak sumber daya manusia menuju manusia yang produktif dan Ahlakul Karimah dan insha Allah menjadi nilai ibadah,” terang Mumu, biasa ia disapa.
Dalam sambutannya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Uman Suherman kepala LLDIKTI Prof.Dr.Uman Suherman menyatakan dalam upaya eksistensi Unival di tengah-tengah era globalisasi harus mampu dikelola secara proporsional, mandiri dan mampu menyesuaikan dengwn tangtangan jaman. Sehingga pada gilirannya Unival mampu bersaing dengan lembaga-lembaga perguruan tinggi lainya.
“Maka sebagai solusinya adalah merdeka pendidikan, yakni anak didik merasa bangga dan pihak kampus memberikan nyaman kepada mahasiswa, sehingga capaian belajar berhasil menjadi kebanggaan semua pihak,” ucap Uman.
Sementara Kordinator Presidium KAHMI Banten yg juga Waketum PB Al Khairiyah, Udin Saparudin yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan kehadiran Universitas Al Khairiyah di Kota baja Cilegon adalah sangat tepat. Selain Al Khairiyah sebagai perguruan Islam yang tertua di Indonesia. Apalagi sejak tahun 1925 di Citangkil Cilegon merupakan kota baja dan kawasan industri terbesar di Indonesia.
“Oleh karena itu tentu perlu disiapkan SDM yang handal, berkarakter dan siap menjawab tantangan jaman, sehingga pada gilirannya warga Cilegon tidak lagi menjadi tamu di kandang, namun menjadi tuan rumah sendirian,” tegas Udin.
“Inilah obsesi pendidikan yang seimbang dengan potensi daerah bahkan kedepanya kebutuhan SDM agar dapat berkiprah di berbagai kawasan industri Kota Ciegon. Dengan demikian tidak lagi repot-repot mendapatkan SDM dari daerah lain,” tandasnya.
































