BBC, Serang – Kebijakan transaski non tunai di provinsi Banten belum menyeluruh. Salah satunya yakni transaksi keuangan daerah dari sektor pendapatan di provinsi Banten belum menggunakan transaksi non tunai.
“Transaksi keuangan di pemeritnahan Banten ini belum semuanya dilakukan non tunai. Sehingga kami mendorong kepada pemda untuk melakukan itu,” kata Ketua Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan uang rupiah Erry P Suryanto disela Capcity Building Wartawan Ekbispar provinsi Banten di Anyer Kabupaten Serang, Jumat 31/8/2018.
Erry menjelaskan salah satu transaksi keuangan yang belum dilaksanakan secara non tunai adalah sumber pendapatan daerah seperti jenis retribusi. Padahal transaksi jenis ini mampu menyumbang pendataan daerah yang cukup besar.
“Misalnya kan retribusi parkir dan pasar itu kan masih manual. Meskipun sedikit-sedikit, tapi kan titiknya banyak,” kata Erry.
Akibatnya, lanjut Erry sumber pendapatan keuangan daerah dari jenis ini sangat rawan kebocoran. Sementara disisi lain pemerintah daerah sangat membutuhkan tambahan keuangan dari jenis retribusi. “Secara teknis BI sudah berkoordinasi dengan pemerintah di Kabupaten/ kota dalam merealisasikan rencana transaksi non tunai dari jenis retribusi. Dimana untuk parkir dan pasar misalnya sudah dikoordinasikan dengan beberapa Pemkab dan Pemkot di Banten,” jelasnya.
Sejauh ini rencana kebijakan tersebut, Erry melanjutkan sangat direspon poatitif oleh Kabupaten/kota. Bahkan dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang notebene masuk sebagai daerah tertinggal atas rencana itu ditanggapi dengan baik.
“Justru rencana ini sangat disambut baik oleh Pemkab Lebak dan Pandeglang. Sementara di Tangerang juga sudah kami koordinasikan,” lanjut Erry.
Untuk itu, Erry menegaskan BI mengaku siap untuk mendampingi Pemkab dan Pemkot di Banten dalam menggalakan transaksi non tunai dari sektor pendapatan daerah.
“Kami juga sudah menyarakan agar sejumlah daerah yang akan mengaplikasikan program tersebut untuk melakukan studi Banding ke sejumlah daerah seperti Denpasar di provinsi Bali dan Kota Solo di provinsi Jawa Tengah,” tutup Erry. (1-1)



































