BBC, Cilegon – Jaga anak-anak dari perilaku seks menyimpang seperti Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender atau lebih populer LGBT. Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta meminta kepada para orang tua di Cilegon agar tetap waspada dan menjaga anak-anaknya dari bahaya perilaku seks menyimpang tersebut.
“Lindungi anak-anak kita dari LGBT, tidak bolah ada pintu masuk di Cilegon bagi LGBT. Para ulama kita sepakat, seksual menyimpang LGBT tidak ada. Cilegon Kota Santri, Kota Religius, Kota Ulama, jangan sampai ada perempuan suka sama perempuan, laki-laki suka sama laki-laki,” kata Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta saat menghadiri acara Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Cilegon di Islamic Center Kota Cilegon, Kamis, (8/12/2022).
Menurutnya, negara Indonesia sebagai negara pancasila, religius dan sebagai negara yang berketuhanan maha esa. Maka prilaku seks menyimpang tidak boleh ada di Indonesia umumnya dan di Cilegon khususnya.
“Kalau melihat dari perkembangan tingkat Internasional itu cukup rawan, bahkan di beberapa negara di dunia mendapatkan dukungan. Indonesia sebagai negara pancasila, religius dan berketuhanan maha esa tidak boleh perilaku seks menyimpang itu ada di Indonesia,” ucap Sanuji.
Meski demikian, lanjut Sanuji tidak mudah mencegah adanya seks menyimpang yang dapat menimpa anak-anak maupun orang dewasa di Indonesia. Maka dari itu perlu adanya kerja sama yang baik seluruh stakeholder terkait.
“Pendidikan keagamaan harus diperkuat, pendidikan seksual tetap harus dibimbing disekolah-sekolah dan di lingkungan keluarga juga harus diperkuat. Terutama kepada pemerintah harus tegas dan tidak ada toleransi apabila ada acara LGBT tidak boleh dilakukan,” ucap Sanuji.
Sanuji mengungkapkan, di Cilegon saat ini masih ada sekitar 3,7 persen anak stunting. Meski begitu berdasarkan data yang dimiliki jumlah anak stunting di Cilegon mengalami penurunan yang mencapai 5 persen.
“Sekolah-sekolah kami minta bantu pantau pertumbuhan anak, masih ada 3,7 persen anak kita stunting, data terakhir turun dari 5 persen jadi 3,7 persen,”ucapnya. (1-2).



































