BBC, Serang – Kurangnya intensitas hujan di Kabupaten Serang, membuat sawah di Kampung Pandelekan, Desa Warakas, Kec. Binuang, Kab. Serang saat ini keadanya dalam keaqdaan kritis. Alasannya sawah di area tersebut merupakan lahan yang ebutuhan pengairannya berasal dari guyuran air hujan atau sawah tadah hujan. Sehingga Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tumaritis pimpinan Agus Salim dibantu oleh beberapa warga serta pendampingan dari Babinsa Koramil setempat membuat perairan sawah tadah hujan.
“Ancaman gagal panen karena kekeringan pun di depan mata. Apalagi sawah-sawah tadah hujan ini letaknya berada jauh dari saluran irigasi maupun danau/embung,” kata pimpinan kelompok Tani Tumaritis Agus Salim kepada bukabantennews.com, Jum’at, 11/8/2017
Namun begitu, kata Agus keadaan alam ini bukan merupakan suatu alasan bagi para petani pasrah pada keadaan. Dengan swadaya dan gotong royong, Kelompok Tani Tumaritis pimpinan Bapak Agus Salim yang dibantu oleh beberapa warga serta pendampingan dari Babinsa setempat, membuat pengairan sawah tadah hujan, pengairan ini dilakukan dengan cara penyedotan sumur arteri menggunakan pompa air.
“Proses ini kami lakukan dengan swadaya masyarakat setempat, tidak harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah. Kami juga tidak mau berpangku tangan menghadapi musim kemarau. Untuk kepentingan para warga juga yang sawahnya sangat membutuhkan pengairan,” kata Agus di sela-sela istirahat gotong royong pembuatan pengairan sawah.
Agus Salim menambahkan bahwa, masyarakat sangat berharap kepada prmerintah agar tindakan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Tumaritis tersebut, dapat ditindak lanjuti oleh pihak pemerintah. “Dan pemerintah harusnya memberikan perhatian serius terhadap persoalan kekeringan ini,” pungkas Agus. (1-2)

































