BBC, Serang – Lagi-lagi puluhan anggota DPRD Banten mangkir dari pelaksanaan rapat paripurna dprd. Padahal kegiatan DPRD merupakan kegiatan yang wajib harus diikuti oleh anggota dewan. Ketua Badan kehormatan DPRD Banten Sri Hartati membnarkan adanya puluhan anggota dewan yang mangkir saat paripurna tentang pendapat dprd mengenai raperda pondok pesantren di gedung SPRD Banten.

“Yang wajib saja mereka tidka pernah hadir. Mari anggota dewan memahamifungsinya. Saya harus bagaimana lagi (selaku Ketua BK, red), saran, masukan dan surat peringatan sudah saya lakukan. Artinya, dewan harusnya mengerti. Kalau memang sudah tidak mau diatur lagi, dan tidka menganggap DPRD ini adalah lembaga legislatif bukan suatu organosasi tapi sebagai gerombolan, silahkan lakukan suka-suka,”ujarnya

“Betul ada sedikitnya 40an anggota dewan yang saat ini mangkir dari paripurna. Karena dari kesemuanya hanya beberapa orang yang menyampaikan alasannya tidak masuk. Cuma pa Eri suheri yang ijin tidak masuk. Alasannya ada keperluan. Sementara yang lain tidak ada pemberitahuan,”ungkap Sri, Rabu, 1/6/2016.

Menurut Sri, malasanya anggota dewan dalam mengikuti paripurna menjadi keprihatinan tersendiri bagi kalangan BK. Sementara disisi lain tugas anggota dewan kan mengikuti paripurna.

”Jadi ga abis pikir saya sama pola anggota dewan Banten ini. Apa ini sudah menjadi bagian dari budaya atau apa?. Seharusnya kan mereka patuh dalam menjalankan tugasnya,”tegas Sri.

Maka dari itu, kata Sri, BK akan kembali melayangkan surat ke fraksi untuk bisa menegur kepada anggota yang tidak disiplin ini. Bahkan surat ini juga diminta untuk ditembuskan ke pimpinan partai masing-masing.

“Nanti saya juga akan bertemu dengan pimpinan partai. Bu Tatu misalnya. Karena partai juga harus mengontrol kinerja anggota di dewan. Kenapa perlu meminta masukan dari ketua partai, lantaran untuk mengumpulkan data secara menyeluruh dari para anggota dewan ini,”jelas Sri.

Baca juga :  Tingkatkan Pelayanan DPPKD Tambah Gerai di Mall

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam 3 kali paripurna berturut-turut seperti hari senin kemarin, paripurna istimewa LHP BPK ada sekitar 30an anggota yang tidak hadir. Sementara Selasa kemari rapat paripurna n tentang pangan, juga sama ada sekitar 30an anggota.

Sedangkan pada hari ini tercatat ada sekitar 41 anggota dewan yang kembali mangkir. Bahkan ironisnya dari 41 anggota dewan ini ada satu lainnya merupakan unsur pimpinan yang absen tanpa ada alasan yang di sampaikan ke BK. (1-1)