BBC, Serang: Gubernur Banten Rano Karno melepas 91 orang kontingen Paralympic Provinsi Banten menuju Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) ke-VX tahun 2016 tanggal 15-25 Oktober mendatang di Bandung Jawa Barat. Pelepasan Kontingen dilakukan di Pendopo Gubernur Banten di KP3B Serang, Kamis, 13/10/2016.
Gubernur BantenRano Karno meminta para atlet Paralympic Banten untuk tidak kalah mental sebelum bertanding. “Persaingan olah raga kedepan akan terus semakin ketat, oleh karena itu untuk melihat atlet yang berprestasi kita harus menyiapkan kondisi fisik,” kata Gubernur.
Kontingen Banten sendiri tidak diberi beban target oleh Gubernur, namun Gubernur meminta agar kontingen banten tampil maksimal diajang olah raga atlet penyandang disabilitas empat tahunan ini. “Empat thaan lalu banten diurutan ke 17, tahun ini ya haru ada peningkatan. Kalau dikatakan target tentunya kita ingin masuk di 10 besar, karena sudah waktunya banten masuk 10 besar,” ujarnya.
Gubernur berpesan, bahwa semua pihak harus membangun komitmen untuk bersatu memberikan kontirbusi nyata sesua tugas, fungsi dan kewenangannya dalam membangun keolahragaan di Provinsi Banten. “Pemprov terus berupaya dapat memberikan kesempatan kepada para pelatih, atlet dan pengurus, salah satunya dengan menyediakan fasilitasi kejuaraan,” ucap Gubernur. “Selamat mengikuti Pekan Paralympic Nasional ke-XV tahun 2016 dan selamat bertanding. Semoga sukses kiranya Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita sekalian,” kata Gubernur didampingi ASDA III Widodo Hadi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten Ali Fadilah menyebutkan, kontingen Provinsi Banten berjumlah 91 orang yang terdiri dari 47 atlet, 7 pelatih. 12 asisten pelatih, 9 ofisial dan 16 pendamping dari setiapk Kabupaten dan Kota. Adapun cabang olahraga yang akan diikuti sebanyak 7 cabang terdiri dari Tenis Meja, Panahan, Atletik, Judo, Catur, Renang dan Bulu Tangkis. “Sebelum berangkat ke Jawa Barat, kita telah melakukan Training Center (TC) di Kota Tangerang selama seminggu untuk memberikan motifasi dan penguatan kontingan,” kata Ali.
Menurut Ali, Peparnas bertujuan untuk meningkatkan prestasi pada atlet hasil dari pembinaan olah raga layanan khusus ke ajang tingkat nasional dan sebagai tanggung jawab Pemerintah untuk meningkatkan olahraga layanan khusus. “Kami akan beusaha memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Banten di tingkat nasional,” sebutnya.
Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) yang diikuti kontingen Banten itu merupakan suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia. Sama seperti PON, Peparnas juga digelar empat tahun sekali. (1-1)



































